Jumat, 13 November 2015

Dunia Otomotif Komparasi Sonic 150R vs Satria F150 vs MX King 150

Kehadiran New Honda Sonic 150R memberi warna di persaingan motor 150 cc, langsung mengganggu Suzuki Satria F150 dan Yamaha MX King. Bahkan seminggu terakhir terjadi kegaduhan di media sosial mengenai persaingan ketiganya, dibumbui fans beratnya makin panas deh!
Hasil test ride Sonic oleh OTOMOTIF beberapa waktu lalu langsung jadi patokan untuk dibandingkan dengan tes Satria sebelumnya, terutama dari segi performa. OTOMOTIF sengaja baru menghadirkannya kali ini, lantaran hasil tes Satria F150 Euro3 pun hasilnya beda dengan yang Euro2
Tentu dilakukan pengetesan ulang demi menyajikan komparasi paling update, ketiganya adalah versi terakhir yang telah lolos standarisasi Euro3. Untuk mendapatkan data performa yang valid dan obyektif, pengukuran akselerasi dan top speed dilakukan oleh satu tester berpostur 173 cm 65 kg, dengan alat Racelogic di tempat yang sama dengan panjang total 1 km. related post duke ktm 200 dan duke 200 serta ktm 200 dan harga ktm dan juga. ktm duke harga, ktm duke indonesia
Sementara tenaga on wheel pakai dynamometer Dynojet 250i milik Sportisi Motorsport. Pengukuran konsumsi bensin juga oleh tester yang sama, dengan metode full to full 3 kali dan diambil rata-rata, kecuali MX King pakai data yang ditampilkan di spidometer.
Rute yang dilalui sama, Kebon Jeruk-Pondok Indah-Ciputat-BSD-Alam Sutera-Ciledug-Kebon Jeruk dan menggunakan bensin RON 92. Gaya berkendara natural harian (daily riding) tanpa batasan kecepatan, mengikuti kondisi jalan.
Untuk membandingkan ketiganya, kami bagi dalam 8 parameter, yaitu desain, fitur, teknologi, riding position, handling, performa, konsumsi bensin dan harga.
DESAIN
Tampilan antara Sonic dan Satria termasuk sealiran, model ayam jago dengan bodi ramping yang berdesain serba tajam. Hanya saja desain knalpot Satria Euro3 dengan laburan hitam dan pelindung krom sepotong jadi kurang enak dilihat. Sedang Sonic garang di semua sisi. Beda dengan MX King yang terlihat gambot dan ada DRL di dada, sporti tapi lebih cenderung elegan. berita otomotif terkait lainnya harga mega pro dan honda mega pro juga harga megapro bekas  harga mega pro bekas serta mega pro bekas
FITUR
Bicara fitur, MX King menawarkan banyak hal yang tak dimiliki kompetitor. Lihat saja panel indikator, tak cuma takometer model analog yang gampang dibaca, di sampingnya ada MID dengan isi yang begitu lengkap.
Mulai dari spidometer, odometer, tripmeter 1 & 2, gear position, konsumsi bensin real dan rata-rata, kecepatan rata-rata, sampai sapaan saat dihidupkan yang bisa diubah kata-katanya. Kontak terintegrasi sebagai pembuka jok dan bagasi mungil juga tak dimiliki kompetitor.
Sementara Sonic menawarkan lampu utama LED dan panel indikator full digital. Sayang isinya tak selengkap MX King, hanya ada takometer, spidometer, odometer, fuelmeter dan gear position. Kelemahan takometer model bar di Sonic memantaunya tak semudah yang analog karena kecil. berita otomotif lainnya honda trailhonda crf 150klx250motor honda trailharga honda trail
Satria menawarkan panel indikator gabungan analog dan digital seperti MX King. Bedanya takometer analog Satria dilengkapi shift light yang bisa dipilih low, high atau dimatikan. Sedang panel digitalnya hanya berisi spidometer, fuelmeter dan odometer. Indikator gigi hanya posisi top saja.
Untuk fitur lengkapnya simak tabel ya.
TEKNOLOGI
Satria masih dibekali dengan teknologi andalannya, seperti klep DOHC 4 klep dan silinder SCEM (Suzuki Composite Electrochemical Material) dan pendinginan angin dibantu oil cooler. Sayang pasokan bensin masih karburator kendati diklaim sudah lolos Euro3. Sonic juga pakai konstruksi DOHC 4 klep, namun pakai roller rocker arm sehingga gesekan lebih rendah.
Pasokan bensin sudah injeksi dan pendinginan pakai radiator. Tambahannya berbagai teknologi minim gesekan, seperti lapisan molibdenum di piston dan offset silinder. Sementara MX King pakai kem SOHC 4 klep dengan forged piston dan silinder DiAsil khas Yamaha. Sistem pendinginan pakai radiator.
RIDING POSITION
Sonic dan Satria memberikan posisi duduk yang identik, khas ayam jago dengan setang jepit. Setangnya cukup rendah dan sempit, paduannya jok yang ramping dan footstep agak ke depan. Hasilnya untuk perjalan dalam kota sangat lincah, namun untuk perjalanan di atas 1 jam pergelangan tangan sudah pegal.
Beda dengan MX King, setang dan joknya lebih lebar dan tinggi. Maka posisi duduk lebih santai, karena badan benar-benar masih tegak. Jok yang juga empuk membuat tetap nyaman kendati berkendara lama. Namun di jalan padat kalah lincah dibanding 2 kompetitornya.
HANDLING
Sonic menawarkan handling yang hampir sempurna, lantaran dibekali sasis cukup rigid dipadu redaman suspensi pas. Racikan preload, compression dan rebound suspensinya terasa pas, untuk jalan santai masih enak dan sangat stabil di kecepatan tinggi.
MX King menawarkan kenyamanan karena suspensinya terbilang empuk, sehingga enggak bikin pinggang pegal. Namun di kecepatan tinggi suspensi belakang sedikit mengayun, ditambah bodi yang bongsor jadi kurang lincah. Ban lebarnya memberi ekstra kepercayaan diri saat menikung.
Sementara Satria terbaru ini punya redaman suspensi belakang terlalu empuk, ketika menikung kencang bagian belakang jadi goyang. Kelebihannya punya bobot paling ringan, hanya 108 kg membuatnya sangat lincah.
PERFORMA
Bicara performa, pertama kita ulas tenaga dan torsi on wheel yang diukur pakai dynamometer Dynojet 250i. Paling digdaya ternyata Sonic dengan tenaga maksimal 14,18 dk di putaran mesin di 8.950 rpm dan torsi 13,08 Nm di 6.800 rpm.
Sementara MX King menorehkan angka maksimal 13,56 dk di 8.700 rpm dan torsi 12,74 Nm di 6.700 rpm. Sedang Satria F150 yang Euro3 maksimalnya hanya 13,32 dk di 9.100 rpm, sedang torsi 11,22 Nm di 7.950 rpm.
Dari grafiknya tampak Sonic unggul di hampir semua putaran mesin dan punya limiter di 10.400 rpm. Sementara MX King punya karakter grafik yang identik dengan Sonic, karena konfigurasi bore x stroke miri44p, overstroke mendekati square. MX King terlihat mulai kalah di 6.200 rpm dan limiter di 10.000 rpm.
Sementara Satria F150 harus mengakui keunggulan 2 kompetitornya, dari bawah sampai atas berada di atas. Keunggulan Satria F150 ada di nafas mesin yang panjang, bisa lebih dari 11.400 rpm khas mesin stroke pendek.
Bagaimana jika diadu akselerasi? Dengan tenaga paling besar dipadu transmisi 6 speed yang rapat dan bobot 114 kg, Sonic ternyata paling ngacir. Terbukti unggul hampir di semua parameter. Seperti untuk meraih kecepatan 100 km/jam hanya 12,5 detik dan jarak 201 meter hanya 11,4 detik.
Posisi kedua dihuni Satria, kendati tenaga dan torsi versi Euro3 ini paling kecil, namun dipadu transmisi 6 speed dan bobot hanya 108 kg membuatnya masih cukup cepat. Seperti kecepatan 100 km/jam diraih 13 detik, sedang jarak 201 meter 11,5 detik.
Dengan transmisi hanya 5 speed dan kurang close, ditambah bobot 116 kg, MX King sedikit lebih lambat dari Sonic dan Satria. Kecepatan 100 km/jam butuh waktu 13,8 detik dan jarak 201 meter 11,5 detik.
Sebagai catatan, jika yang dipakai komparasi data Satria F150 versi Euro2, maka andalan Suzuki ini yang tercepat. Contoh jarak 201 meter hanya butuh waktu 11,3 detik. Untuk data lengkap bisa disimak di tabel ya.
KONSUMSI BENSIN
Pasokan bensin dan konfigurasi mesin ternyata punya peranan penting dalam konsumsi bensin. Sonic dan MX King yang sudah injeksi ternyata lebih irit dibanding Satria yang masih karburator. Faktor berikutnya tentu dari konfigurasi mesin.
Sonic yang mendekati square dan MX King yang overstroke, pada putaran rendah tenaga dan torsinya sudah besar, bisa dilihat di hasil grafik dyno, hasilnya tak perlu buka gas dalam-dalam sudah ngacir. Beda dengan Satria yang overbore, baru ngacir jika sudah menyentuh 6.000 rpm. Berikut angka yang didapat. Sonic menorehkan angka 40 km/lt, sedang MX King mencapai 41,7 km/lt. Sementara Satria hanya 33,8 km/lt..
HARGA
Hadir belakangan dengan tampilan paling fresh, New Honda Sonic 150R dihargai paling mahal, Rp 20,9 juta. Berikutnya Satria dijual dalam 3 versi ini, New Satria F150 S Rp 18,9 juta, New Satria F150 R Rp 19,82 juta dan New Satria F150 Limited Edition Rp 20,325 juta. Sedang MX King 150 ditawarkan Rp 18,95 juta. Semua OTR Jakarta.21 4

Dunia Otomotif BMW S 1000 R

Setelah BMW Motorrad dipegang PT. Maxindo Moto Nusantara (MMN), aktivitas terlihat lebih menggeliat. Setidaknya lebih mudah buat yang mau mencicipi, sebelumnya susah! “Gampang, nanti kami kirim unit tesnya,” ujar A.Z. Dalie, Sales & Marketing Director PT. MMN kala ditodong tentang unit tes.
Eh ternyata benar, selang beberapa hari redaksi kedatangan BMW S 1000 R warna merah dan siap untuk dicoba. Langsung deh riding gear dipakai dan mencobanya di seputaran Jakarta. Tentu saja sekalian diambil data, seperti standar pengetesan OTOMOTIF. Seperti apa hasilnya? Berikut rangkumannya.
DESAIN
S 1000 R ini merupakan versi telanjang dari S 1000 RR, tak heran desain yang diusung mirip. Tampang khasnya adalah desain asimetris antara bodi kanan dan kiri, termasuk lampunya. Tuh sirip pembuangan panas di kedua sisi mesin beda kan? Kesannya jadi unik tapi sekaligus garang. Artikel Terkait harga ban dalam juga harga ban serta ban dalam motor dan juga ban dalam irc beserta ukuran ban dalam,
FITUR & TEKNOLOGI
Guna memberi nilai lebih pada konsumennya, S 1000 R ini dibekali bejibun fitur dan teknologi terkini. Awali dari area setang, seperti penggunaan throttle by wire (E-gas), koneksi gas tak lagi pakai kabel biasa, namun digantikan potensiometer.
Lalu karena dari Eropa, handgrip dilengkapi pemanas, cocok saat jalan ke Puncak atau Bromo nih. Masih di setang kanan ada tombol mode untuk memilih power. Ada rain, road dan dynamic. Pindah ke setang kiri, ada tombol cruise control, fitur yang gampang ditemukan di mobil.
Berguna saat ingin berjalan dengan kecepatan konstan tanpa tahan gas. Lalu bawahnya ada tombol ASC (Automatic Stability Control), DTC (Dynamic Traction Control) dan ABS, semuanya untuk membantu kestabilan dalam berkendara.
Masih di tombol yang sama, namun dipencet ke bawah, ada tombol DDC (Dynamic Damping Control) yang berhubungan dengan suspensi, ada 3 pilihan karakter; normal, soft dan hard. Makanya di suspensi bagian atas tampak terpasang kabel.
Sementara tombol sebelah kirinya untuk mengatur lap timer saat di sirkuit dan memilih info odometer, tripmeter dan konsumsi bensin sampai jadwal servis. Dari sektor kaki-kaki, suspensi depan menggunakan upside down 46 mm, untuk mereduksi kecepatan digunakan dua kaliper rem jenis radial dari Brembo.
Sedang belakang pakai lengan ayun aluminium. Bahan yang sama digunakan juga untuk pelek dan tangki. Makanya bobot keseluruhan hanya 200 kg.
PERFORMA
Mesin 1.000 cc, tepatnya 999 cc 4 silinder segaris ini performanya tak perlu diragukan. Peak power mencapai 160 dk di 11.000 rpm! Namun jalan harian cukup main di rentang 3.000-4.000 rpm saja, karena setelah menyentuh 5.000 rpm kebuasannya akan keluar dan sangat mudah menyentuh limiter diikuti suara dari knalpot yang sangat gahar, karena silincer memang cukup plong. Oh ya, sayangnya pada unit tes ini limiter diset di 9.000 rpm, jadi tak bisa merasakan peak powernya.
Salah satu fitur yang wajib dicoba adalah power mode. Saat diposisikan pada rain, sangat terasa respon mesin smooth dan di rpm rendah cenderung telat. Pantaslah karena untuk melintas saat hujan. Mau lebih responsif tentu pindah ke mode road, nah ini jadi responsif. Kalau belum puas ke dynamic.  berita otomotif lainnya  harga lampu halogen dan lampu motor halogen dan juga lampu halogen led serta lampu halogen putih dan juga lampu halogen
Mode ini lebih repsonsif lagi, gas sedikit langsung ngacir dan intervensi traction control terasa lebih sedikit, ban belakang masih bisa sedikit slide. Kendati unit tes putaran mesin dilimit di 9.000 rpm, akselerasi masih tergolong bagus. Seperti pencapaian kecepatan 100 km/jam hanya butuh waktu 3,8 detik. Sedang jarak 0-402 meter ditempuh dalam waktu 11,7 detik. Kalau enggak dilimit pasti lebih cepat tuh.
RIDING POSITION & HANDLING
Posisi duduk khas naked bike, dengan setang cukup lebar dan sedikit rendah, dikombinasi footstep agak ke belakang menghadirkan posisi yang sigap dan gagah. Dengan tinggi jok 814 mm, saat berhenti rider dengan postur 170 cm masih bisa menapak sempurna. Yang enggak biasa adalah diameter handgrip, kecil! Bahkan lebih kecil dari Yamaha Mio.
Rancangan sasis perimeter aluminium dan berbagai kelengkapan yang juga berbahan ringan, membuat S 1000 R ini terasa mudah dikendalikan. Terbilang sangat nurut untuk ukuran moge 1.000 cc, enggak ada gejala susah diajak belok atau nyelonong. Tentu juga berkat adanya teknologi ASC dan DTC.
Peranannya sangat terasa kala menikung kencang dan buka gas, gerakan tetap stabil sehingga mudah dikontrol. Teknologi DDC sangat berperan dalam hal kenyamanan. Ketika diset normal, maka redaman suspensi terasa sedang namun cenderung masih keras. Biar nyaman, kalau untuk jalan harian lebih pas pakai soft.
Sementara hard lebih cocok kalau jalan yang dilewati beraspal mulus dan dalam kecepatan tinggi, karena akan stabil. Handel kopling yang cukup enteng turut memberikan kenyamanan, kendati di kemacetan. Dan adanya slipper clutch (anti-hopping) membuat turun gigi jadi lebih nyaman, karena roda belakang enggak mudah mengunci saat engine brake.
Kenyamanan juga berkat vibrasi mesin yang sangat minim, alus banget! Namun ada enggak enaknya, suhu mesin panas banget terutama saat berhenti atau kena macet! Eh iya, hati-hati saat melintas polisi tidur, tabung knalpot yang besar dan rendah rawan tersangkut. berita harga motor motor yamaha force dan harga yamaha force juga yamaha force 2016 serta yamaha vega beserta yamaha vega force
force, yamaha force
DATA SPESIFIKASI:
Engine type Water/oil-cooled 4-cylinder 4-stroke in-line engine, 16 valves DOHC Bore x stroke 80 mm x 49,7 mm Capacity 999 ccm Power output 160 dk @11.000 rpm Max. Torque 112 Nm @9.250 rpm Compression ratio 12:1 Engine management Electronic injection Emission control 2 closed-loop 3-way catalytic converters, EU-3 norm with interference pipe and acoustic valves Clutch Multiplate clutch in oil bath, anti-hopping clutch, mechanically controlled Gearbox Constant-mesh 6-speed gearbox, straight-toothed Frame Aluminium composite bridge frame, partially self-supporting engine Front wheel Upside-down telescopic fork Ø 46 mm, compression and rebound stage adjustable Rear wheel Aluminium 2-sided swing arm, rebound damping adjustable Wheelbase 1.439 mm Steering head angle 65.4° Front rim 3.50 x 17" Rear rim 6.00 x 17" Front tyre 120/70 ZR 17 Rear tyre 190/55 ZR 17 Front brake Twin disc brake, floating brake calipers, radial 4-piston fixed caliper, diameter 320 mm, 5 mm thick Rear brake Single disc brake, single piston floating caliper, diameter 220 mm, 5 mm thick P x L x T 2.057 x 845 x 1.228 mm Seat height 814 mm Payload 200 kg Usable tank volume 17,5
KONSUMSI BENSIN
Pengguna motor ini pasti enggak lagi mementingkan konsumsi bensin, tapi berapa sih jarak yang bisa ditempuh tiap liternya? Tertera di spidometer rata-rata 7,7 liter/100 km, atau 12,98 km/lt.
HARGA
Dengan desain yang keren dan garang, juga adanya beragam fitur dan teknologi yang dijejalkan, serta performa kencang, berapa uang yang harus dikeluarkan untuk menebusnya? “Harganya Rp 600 juta off the road, untuk jadi on the road ditambah sekitar 10-15%,” terang Dalie. Wuih mahal ya!
DATA TEST:
0-60 km/j: 2 detik
0-100 km/j: 3,8 detik
0-100 m: 5,2 detik (@122,4 km/j)
0-201 m: 7,7 detik (@163,5 km/j)
0-402 m: 11,7 detik (181,7 km/j)
Konsumsi bensin: 12,98 km/lt

Dunia Otomotif Power Honda All New CB150R VS Sonic 150Rsz

Jika sebelumnya sudah kita bahas karakter performa mesin antara All New CB150R StreetFire dan CB150R versi lama , tentu berdasarkan hasil pengukuran pakai dynamometer, kali ini dibandingkan dengan New Honda Sonic 150R yang dibekali mesin sama.
Jika dilihat dari grafiknya, ternyata Sonic unggul di putaran bawah sampai menengah, tepatnya sampai sekitar 7.000 rpm, walaupun antara 5.600 sampai 6.400 rpm sedikit di bawah CB150R, baik tenaga maupun torsinya. Tak heran impresi saat berkendara di dalam kota lebih enak Sonic. Related post knalpot motor bocor dan knalpot bocor juga mengatasi knalpot bocor serta menambal knalpot bocor beserta juga memperbaiki knalpot motor bocor
Beda cerita jika ketemu jalan panjang dan kosong, pakai CB150R lebih mantap karena grafik tenaga dan torsi di atas 7.000 rpm memang lebih unggul dari Sonic. Bedanya lagi, limiter putaran mesin CB150R lebih tinggi, mencapai 10.800 rpm, sedang Sonic hanya 10.400 rpm. Berita otomotif terkait ninja kawasaki h2harga ninja h2kawasaki h2motor ninja h2kawasaki ninja h2r
Hasil ini sesuai dengan perbedaan karakter pasar yang dituju kedua motor ini, “Sonic untuk anak muda yang sering berkendara di dalam kota, yang butuh motor lincah dan responsif,” terang Yoshiyuki Horii, Large Project Leader Sonic 150R dari Honda Co., Ltd. Motorcycle R&D Center.
Sementara CB150R untuk berkendara dalam jarak menengah sampai jauh, baik dalam maupun luar kota. Untuk mengubah karakter itu, tentu ada penyesuaiannya. informasi terkait lainnya harga honda cbr dan cbr 150 new juga harga honda cbr serta motor cbr 150 dan juga harga motor cbr
“Ada perbedaan pada desain filter udara, knalpot dan seting ECM (engine control module), serta beda di rasio final gear. Sedang spesifikasi mesin sama persis,” terang Sarwono Edhi, Technical Service Training Development PT Astra Honda Motor. Final gear CB150R 46/15 sedang Sonic 42/15.

Dunia Otomotif New Suzuki Satria F150 Euro3

Ada 2 bagian yang diubah pada Satria terbaru ini, knalpot dan CDI yang ternyata berpengaruh pada performa mesin Pertengahan Juni silam, Suzuki mengenalkan Satria F150 yang telah lulus uji emisi Euro3. Guna memenuhi standar baru tersebut, ada perubahan yang dilakukan pada motor 150 cc ini,
“Ada 2 bagian yang diubah, knalpot dan CDI,” terang Hariadi, 2W Sales–Service & Outboard Assistant to Section Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS). Dari kedua perubahan tersebut, ternyata mengakibatkan adanya perubahan performa mesin. Seperti apa efeknya? Setelah menunggu sekian lama, akhirnya unit tes dikirim ke redaksi.
Nah bagaimana hasilnya? Sekalian deh dibandingkan dengan Satria versi sebelumnya yang berstandar Euro2. Ini dia hasil lengkapnya dari motor yang kini dijual dalam 3 versi ini, New Satria F150 S Rp 18,9 juta, New Satria F150 R Rp 19,82 juta dan New Satria F150 Limited Edition Rp 20,325 juta, semua OTR Jakarta. berita motor baru service motor injeksi dan sistem injeksi motor juga service motor injeksi dan perawatan motor injeksi beserta kelebihan motor injeksi
DESAIN
Dari segi desain, tak ada perubahan drastis yang dialami “ayam jago” ini, bodinya tetap ramping dan sporti dengan garis serba tajam, terutama tipe R seperti yang dites dan Limited Edition. Perubahan yang langsung tampak hanya knalpot yang berwarna hitam dengan sedikit pelindung plat besi dikrom. Hmmm... kok keren versi lama yang full krom ya?
Sementara untuk versi hemat, yaitu tipe S punya sayap yang lebih ramping, mirip Raider 125 zaman dulu, sehingga tampak kekar karena mesin terekspos maksimal. berita otomotif review honda vario dan review vario 125 juga vario 150 review beserta rreview vario techno dan juga review vario
FITUR & TEKNOLOGI
Tak cuma lolos Euro3, ternyata banyak fitur baru yang disematkan pada Satria F150 ini. Pertama kontak telah dibekali safety shutter key atau penutup pengaman magnet, sehingga lebih aman. Kedua, ban pakai tipe tubeless. Terakhir piringan cakram model berombak.
Dua fitur terakhir ada di tipe R dan Limited Edition. Fitur lama seperti spidometer digital tetap disematkan, termasuk adanya shift light yang bisa dipilih low dan high. Dari sektor teknologi, Satria mengusung konstruksi kem DOHC 4 klep.
Silinder dengan lapisan SCEM (Suzuki Advance Cooling System). Sementara untuk menurunkan gas buang, Suzuki merombak knalpot, “Kini pakai honeycomb cataliyst dengan kandungan logam platinum dan rhodium,” terang Hariadi. Pelepasan terdengar lebih tertahan dan suara lebih ngebass, beda dengan versi lama yang cenderung nyaring.
Ditambah dengan suplai O2 menuju saluran gas buang, serta pasokan bensin yang diset untuk memenuhi AFR 14,7:1, diklaim jadi lolos standar Euro3. Sayang untuk seting ulang CDI-nya Hariadi tak bisa membeberkan lebih detail.
RIDING POSITION & HANDLING
Posisi duduk tentu saja tak ada perubahan dari versi lama, khas ayam jago, dengan jok cukup pendek hanya 764 mm. Dikombinasi setang agak rendah dan footstep maju, badan masih cukup tegap sehingga pinggang tak mudah pegal. Hanya saja karena setang rendah, pergelangan tangan akan terasa pegal setelah jalan lebih dari 1 jam.
Handling terbilang lincah banget, maklum bodinya ramping ditambah bobot hanya 108 kg. Untuk selap-selip di dalam kota karakternya sangat pas. Namun buat yang doyan kencang, mesti hati-hati ketika menikung karena suspensi belakang rebound terlalu cepat, sehingga roda terasa liar. Lalu jika melintas jalan bergelombang, pengendara akan serasa diayun-ayun balik. Dan saat melindas speed trap, seakan roda belakang direm. info otomotif terkait harga kawasaki 250 dan harga kawasaki ninja dan harga motor kawasaki juga harga motor ninja beserta harga ninja
PERFORMA
Perubahan pada sektor knalpot dan seting ulang CDI, ternyata berpengaruh pada performa. Hal ini terbukti dari hasil 2 alat ukur, pertama dengan dynamometer, kedua akselerasi pakai Racelogic. Di dynamometer Dynojet 250i milik Sportisi Motorsport di Rawamangun, Satria F150 Euro3 ini punya tenaga maksimal 13,32 dk di putaran mesin 9.100 rpm, sedang torsi 11,22 Nm di 7.950 rpm.
Sementara di tempat yang sama Satria lama menorehkan angka 13,93 dk/9.600 rpm dan torsi 11,62 Nm/7.100 rpm.Karakter mesinnya khas dapur pacu overbore (bore x stroke 62 x 48,8 mm), tenaga baru terasa di putaran menengah ke atas. Tepatnya baru ngacir jika putaran mesin menyentuh angka 6.000 rpm.
Di atas itu nafas seakan tak habis-habis, karena limiter di 12.200 rpm termasuk jarang tersentuh. Karakter tenaga demikian, lebih pas untuk jalanan panjang dan kosong. Apalagi untuk yang doyan kencang, hanya harus pintar gantung rpm saja, karena kalau drop akan lama menaikkannya lagi kecuali mau main slip kopling.
Jika di jalan dalam kota yang sering stop and go, bawa motor bertransmisi 6 speed ini mesti sabar, karena harus sering tutup gas yang artinya akan butuh waktu lagi untuk menaikkan putaran mesin, misal saat akan menyalip.Bagaimana dengan akselerasinya?
DATA TEST (DETIK)
Satria F150 Euro3
0-60 km/j : 4,4
0-80 km/j : 7,6
0-100 km/j : 13
0-100 m : 7,4 (78,8 km/j)
0-201 m : 11,5 (94,4 km/j)
0-402 m : 18,5 (109,2 km/j)
Top speed spido : 128 km/j
Tops speed Racelogic : 116,8 km/j
Konsumsi bensin : 33,8 km/lt
Satria F150 Euro2
0-60 km/j : 4,3
0-80 km/j : 7,3
0-100 km/j : 12,8
0-100 m : 7,2
0-201 m : 11,3
0-402 m : 18,3
Top speed spido : 131 km/j
Tops speed Racelogic : 121,6 km/j
Konsumsi bensin : 34,4 km/lt
DATA SPESIFIKASI:
Mesin: 4 langkah DOHC 4 klep berpendingin oli
Bore x stroke: 62 x 48,8 mm
Kapasitas: 147,3 cc
Pengabutan: karburator Mikuni BS26
Transmisi: 6 percepatan
Tenaga maksimal: 15,84 dk @9.500 rpm
Torsi maksimal: 12,4 Nm @8.500 rpm
P x L x T: 1.945 x 670 x 980 mm
Bobot kosong: 108 kg
Tinggi jok: 764 mm
Jarak sumbu roda: 1.280 mm
Jarak terendah: 140 mm
Kapasitas tangki: 4,2 liter
Suspensi Depan: Teleskopik, pegas spiral, bantalan oli
Suspensi Belakang: Lengan ayun, pegas spiral, bantalan oli
Rem Depan: New petal design disc brake
Rem Belakang: New petal design disc brake
Roda Depan: 70/90-17 38P
Roda Belakang: 80/90-17 50P
KOMPETITOR
New Honda Sonic 150R
Harga: Rp 20,9 juta
Mesin: 4 langkah DOHC 4 klep berpendingin cairan
Bore x stroke: 57,3 x 57,8 mm
Volume : 149,16 cc
Pengabutan: injeksi
Perbandingan kompresi : 11,3:1
Power maksimum : 15,8 dk @9.000 rpm*
Torsi maksimum : 13,5 Nm @6.500 rpm*
Transmsi : 6 percepatan
P x L x T: 1.941 x 669 x 977 mm
Sumbu roda : 1.275 mm
Tinggi jok : 764 mm
Bobot kosong : 114 kg
Yamaha MX King 150
Harga: Rp 18,95 juta
Mesin: 4 langkah SOHC 4 klep berpendingin cairan
Bore x stroke: 57 x 58,7 mm
Kapasitas: 149,7 cc
Pengabutan: injeksi
Transmisi: 5 speed
Tenaga maksimal: 15,15 dk @8.500 rpm*
Torsi maksimal: 13,8 Nm @7.000 rpm*
P x L x T: 1.970 x 670 x 1.080 mm
Bobot: 116 kg
Tiggi jok: 780 mm
Jarak sumbu roda: 1.240 mm
*Klaim pabrikan masing-masing
Ternyata sesuai hasil tenaga on wheel di dynamometer. Pencapaian kecepatan 100 km/jam ditempuh dalam waktu 13 detik, padahal Satria lama bisa 12,8 detik. Sementara untuk jarak 402 meter 18,5 detik berbanding 18,3 detik. “Pada putaran atas, terasa lebih bertenaga yang lama,” kesan Tester OTOMOTIF yang mengegas keduanya. Top speed kali ini hanya dapat 128 km/jam.
KONSUMSI BENSIN
Menggunakan bensin RON 92, seperti biasa dengan metode full to full dan motor dipakai jalan harian, jadi kecepatan menyesuaikan kondisi jalan. Dilakukan pengukuran sebanyak 3 kali lalu diambil rata-rata. Hasilnya motor yang sayangnya masih pakai karburator ini bisa menempuh jarak 33,8 km untuk tiap liternya.

Senin, 02 November 2015

Dunia Otomotif Kawasaki KLX 150BF

Terlalu sering ngetes motor di aspal, sekalinya dapat yang pakai ban kasar alias motor trail rasanya semangat membuncah. “Asyik akhirnya main tanah!” teriak Tester. Maklum jersey dan helm sampai lama menganggur. Tak heran jika unit tes Kawasaki KLX 150BF SE ini pun langsung digiring ke sirkuit Pagedangan di kawasan Serpong, Tangerang.
Tentu saja untuk merasakan performa di dunianya, ya di jalanan tanah! Tentu enggak hanya melahap tanah, motor yang dijual Rp 30,9 juta ini juga coba dipakai harian di jalan aspal. Tak lupa juga diukur konsumsi bensin dan akselerasinya sesuai standar pengetesan. Well bagaimana hasilnya?
Desain
Tampang KLX terbaru ini terlihat tegas dan sporti berkat desain bodi yang serba tajam. Hanya saja lampunya malah agak membulat, tak setajam versi lama. Lalu versi SE ini dibekali hand guard dan engine guard plastik serta pelek berwarna hitam, yang memberikan kesan lebih garang. modifikasi motor keren lainnya jupiter mx modifikasi serta modifikasi mx king serta yamaha mx king serta jupiter mx king serta modifikasi motor yamaha,
Fitur & Teknologi
Versi BF ini mengusung beberapa fitur unggulan yang membuatnya lebih gagah. Tak hanya pelek aluminium hitam yang enteng tapi kuat, hadirnya upside down 35 mm membuatnya terlihat kekar. Sementara suspensi belakang model unitrack dengan setelan 5 tingkat preload. Fitur tambahan pada KLX terbaru ini ada di spidometer, kini ada fuelmeter.
Sehingga tak perlu tebak-tebakan atau harus melongok tangki lagi untuk mengetahui volumenya. Masih di dekatnya, setang sudah model fatbar sehingga lebih rigid. Khusus versi SE ini, juga dibekali hand guard dan engine guard berbahan plastik. Yang unik fitur tool box. Kini diletakkan di sisi kiri bawah, versi lama ada di atas sepatbor belakang.
Hanya saja dengan pengunci tutup hanya sebuah klip plastik, bisa lepas saat dipakai adventure. Ada baiknya diperkuat lakban. Dari sisi teknologi, tak ada yang menonjol. Hanya andalkan suplai udara di leher knalpot untuk menurunkan emisi, sehingga lolos standar Euro3, seperti yang telah diterapkan KLX 150L. related post yamaha byson modifikasimotor byson modifikasiharga modifikasi bysonmodifikasi byson terbarubyson modif
Riding Position & Handling
Posisi duduk tentu saja khas trail, santai dengan setangnya yang lebar dan dekat dengan badan. Makanya siku bisa menekuk membuat rileks kala menaklukkan jalur tak rata. Kombinasinya posisi kaki agak ke depan, hasilnya cukup rileks.
Jok bagian depan cukup tebal jadi empuk, sedang sisi pembonceng tipis. Dengan penggunaan pelek 21 dan 18 inci membuatnya jadi tinggi. Ketika berhenti, Tester OTOMOTIF berpostur 173 cm pun mesti jinjit. Oh ya, jika berboncengan jangan kaget jika ada yang protes kaki kanan hangat, karena terpapar panas knalpot.
Dengan bobot 118 kg, handling terbilang cukup ringan. Karakter suspensinya empuk banget. Bahkan saat sedikit terbang ketika mendarat suspensi depan sampai mentok. Makanya menikung di jalan rasa jadi kurang pede, agak goyang.
Apalagi standarnya pakai ban kembang kasar, makin goyang deh. Sedang di tanah kering gripnya cukup bagus. Sangat mudah diajak menaklukkan tanjakan curam. Lalu penggunaan pelek besar membuatnya tak mudah terjerembab di lubang.
Data test
0-60 km/j: 5,8 detik
0-80 km/j: 10,8 detik
0-100 km/j: 21,7 detik
0-100 m: 8,1 detik (70,3 km/j)
0-201 m: 12,8 detik (83,6 km/j)
0-402 m: 20,9 detik (95,5 km/j)
Top speed spido: 105 km/j
Top speed Racelogic: 104,1 km/j
Konsumsi bensin: 31,8 km/lt
Data Spesifikasi:
Tipe mesin : 4 tak SOHC 2 klep berpendingin udara
Kapasitas mesin : 144 cc
Bore Stroke : 58 x 54,4 mm
Rasio kompresi : 9,5 : 1
Power maksimal : 11,8 dk/8.000 rpm
Torsi maksimal : 11,3 Nm/6.500 rpm
Pengapian : DC-DCI Starter : Elektrik / kick
Jumlah Transmisi: 5-speed, return
Primary Reduction Ratio: 2,880 (72/25)
Final Reduction Ratio: 3,714 (52/14)
Suspensi depan : Upside down 35 mm
P x L x T : 2.050 x 830 x 1.115 mm
Jarak sumbu roda : 1.355 mm
Jarak terendah: 295 mm
Berat : 116 kg
Kapasitas tangki : 6,9 L
Rem Depan: Single 240 mm petal disc Twin-piston
Rem Belakang: Single 190 mm petal disc Single-piston
Ban Depan: 2.75-21 45P
Ban Belakang: 4.10-18 59P
Performa
Masih menggunakan mesin 144 cc 2 klep SOHC dengan pasokan bensin karburator, performanya tak jauh beda dengan versi lama. Di putaran bawah sangat smooth. Kenaikan putaran mesin perlahan kendati gas diputar mentok, khas karakter karburator vakum, tepatnya Keihin NCV24. Jadi mesti sabar ketika butuh akselerasi cepat, misal saat menyalip kendaraan.
Berdasarkan data hasil pengetesan akselerasi pakai Racelogic, terlihat memang jika motor dengan transmisi 5 percepatan ini tergolong smooth. Misal untuk mencapai kecepatan 100 km/jam butuh waktu 21,7 detik. Lama ya?
Karakter mesinnya enak jika sudah mencapai rpm tinggi. Terlihat dari pencapaian tenaga maksimal 11,8 dk di putaran mesin 8.000 rpm, cukup tinggi tuh. Torsi 11,3 Nm diraih di 6.500 rpm. Serba di atas ini khas mesin overbore (58 x 54,4 mm). Sayang di rpm tinggi berkendara sedikit terganggu dengan munculnya getaran yang begitu terasa di setang. artikel otomotif lainnya  shock upside downharga upside downjual upside downupside down motor,  shockbreaker upside down
Konsumsi Bensin
Berapa konsumsi bensinnya? Lantaran teknologi mesin masih karburator, ditambah rasio akhir sangat ringan (52/14) demi memudahkan melibas trek berat, tak heran mesin sering dipaksa menjerit tinggi, makanya jangan heran konsumsi bensinnya agak boros. 1 liter bensin rata-rata hanya bisa menempuh jarak 31,8 km. Itu dengan pemakaian kombinasi, antara jalan tanah dan aspal. Tester berbobot 65 kg.

Minggu, 01 November 2015

Dunia Otomotif Yamaha MT-09

Mengendarai Yamaha MT-09, yang berbadan singset, pendek nan padat awalnya serasa bukan moge, namun kala merasakan performa mesinnya malah bak duduk di atas punggung kuda liar. Itulah gambaran awal dari moge 850 cc 3 silinder yang dijual Rp 250 juta OTR Jakarta.
Desain
Desainer Yamaha pintar membuat bentuk yang tak terlalu rumit namun enak dipandang. Tangki dengan shroud tampak kekar, dipadu bodi belakang yang tipis membuatnya terlihat ramping. Lampu depan seakan telanjang tanpa kedok. Sementara panel instrumennya imut nyempil asimetris di setang agak ke kanan.
Sasis aluminiumnya tampak berotot memeluk mesin 3 silinder yang jelas terlihat lekukannya. Lengan ayun ala pisang pun memberi kesan unik. Belum lagi 3 leher knalpot yang saling berhubungan. Sementara silencernya model underbelly atau di bawah, sehingga dari belakang kanan kiri motor terlihat bersih. Namun hati-hati, tabung knalpot sangat rendah, rawan tergesek polisi tidur.
Fitur & Teknologi
Fitur pertama yang ditawarkan Yamaha adalah mesin 3 silinder yang kompak dan ringan, punya torsi merata khas 3 silinder. Kemudian lagi-lagi demi bobot ringan, sasis dan lengan ayun juga dicetak dari aluminium. Berikutnya suspensi belakang model monocross dan bisa disetel preload dan rebound. related post tempat modifikasi motortempat modifikasi vixiontempat modifikasi ninjabengkel modifikasi motortempat modifikasi
Sedang depan pakai upside down dengan setelan yang sama. Panel instrumennya kendati kecil, tapi full digital dan informasi yang disajikan terbilang lengkap. Dari takometer, spidometer, suhu mesin, power mode, tripmeter, odometer, konsumsi bensin, hingga posisi gigi. Dari sisi kontrol mesin, ada Yamaha Chip Controlled Throttle (YCC-T) yang digabungkan dengan fitur D-Mode, ada 3 mode yaitu STD, A dan B.
Riding Position & Handling
Salah satu yang istimewa dari MT-09 adalah posisi duduk. Dengan tinggi jok hanya 815 mm dipadu suspensi empuk, saat diduduki tergolong pendek untuk ukuran moge. Nyaman banget tuh untuk postur Asia. Tester OTOMOTIF yang punya tinggi 173 cm pun kakinya masih menekuk saat berhenti.
Sementara ketika jalan, posisi juga nyaman. Setang model fatbar cukup lebar dengan ujung datar, membuat lengan jadi membuka khas naked bike. Posisi kaki agak ke belakang sehingga membuat pengendara jadi sigap dan terlihat gagah walaupun sedikit condong ke depan.
Asyiknya permukaan jok lebar, sehingga berkendara lama tak lekas panas. Apalagi tangki bagian belakang juga menyempit, sehingga enak dijepit paha. Namun ada catatannya nih, bak kopling yang menonjol ke luar membuat kaki menempel saat berkendara maupun berhenti.
Hasilnya cukup hangat di tulang kering, untung ada pelindungnya dari plastik. Makanya jangan coba-coba pakai celana pendek! Suhu mesin lumayan terasa hangatnya di area lutut saat berkendara, terpantau suhu bisa sampai 106° C saat jalanan macet.
Bagaimana dengan handling? Dengan sasis aluminium memang memberikan rasa berkendara yang presisi karena kaku. Apalagi bobot isi hanya 191 kg, cukup ringan untuk kategori moge. Ditambah lagi sudut komstir hanya 25°, efeknya jadi lincah di jalan perkotaan dan enak untuk menikung. informasi dunia otomotif lainnya modif vixionmodifikasi vixion 2014new vixion modifikasivixion modifikasimodifikasi vixion r15
Sayang suspensinya empuk banget, makanya mesti disetel baik preload maupun rebound-nya, terutama yang belakang. Kalau tidak, saat menikung dalam kecepatan tinggi akan mengayun, bikin enggak pede. Kunci khusus untuk seting suspensi tersedia di dalam tool kit di bawah jok.
Performa
Untuk menghidupkan mesin, starternya bukan model pencet tapi geser ke bawah. Ketika menyala akan terdengar agak kasar khas mesin dengan konsep crossplane seperti YZF-R1, di MT-09 dinamakan CP3 karena 3 silinder. Eh iya di atas 4.000 rpm akan terasa sedikit getaran di area kaki.
Uniknya ketika gas digeber, suara knalpot standarnya senyap banget! Lebih keras suara mesinnya. Enggak heran jika di jalan jarang yang tahu kalau ada moge lewat, hehee... Tiap kontak on, power mode akan ada di posisi STD (standard), tampak di panel instrumen sisi tengah tepat di atas angka spidometer. Oh iya, MT-09 ini punya 3 power mode, yaitu A, STD dan B.
Pemilihan bisa saat berhenti atau jalan, yang penting gas harus menutup, caranya dengan memencet tombol di setang kanan pas bawah starter. Walaupun pada posisi mode STD, ternyata galaknya minta ampun! Ibarat kuda liar, kalau buka gas terlalu besar roda depan pasti loncat-loncat. Dorongan torsi langsung terasa sejak bukaan awal gas khas mesin 3 silinder.
Enggak heran kalau akselerasi dari mesin bertenaga maksimal 113,8 dk/10.000 rpm dan torsi 87,5 Nm/8.500 rpm ini gesit banget, kecepatan 100 km/jam cukup ditempuh 4,1 detik. Sedang jarak 402 meter dilibas hanya 11,8 detik, dan kecepatan yang diraih mencapai 197,6 km/jam! Tak heran enggak sampai 500 meter sudah lebih dari 200 km/jam!
Data Test
0-60 km/j: 2 detik
0-80 km/j: 2,9 detik
0-100 km/j: 4,1 detik
0-100 m: 5,4 detik (@127,7 km/j)
0-201 m: 7,8 detik (@165 km/j)
0-402 m: 11,8 detik (@197,6 km/j)
Konsumsi bensin: 18,9 km/lt
Tester: 173 cm 63 kg
Data Spesifikasi:
Engine type: 3-Cylinder, liquid-cooled, 4-stroke, DOHC 12-valves
Displacement: 847 cc
Bore x stroke: 78 mm x 59,1 mm
Compression ratio: 11,5:1
Maximum power: 113,8 dk@10.000 rpm
Maximum Torque: 87,5 Nm@8.500 rpm
Lubrication system: Wet sump
Clutch Type: Wet, Multiple Disc
Carburettor: Fuel Injection
Ignition system: TCI
Starter system: Electric
Transmission system: Constant Mesh, 6-speed
Final transmission: Chain
Frame: Diamond
Front suspension system: Telescopic forks
Front travel: 137 mm
Caster Angle: 25º
Trail: 103 mm
Rear suspension system:Swingarm, (Link type suspension)
Rear Travel: 130 mm
Front brake: Hydraulic dual disc, Ø 298 mm
Rear brake: Hydraulic single disc, Ø 245 mm
Front tyre: 120/70ZR17M/C (58W) (Tubeless)
Rear tyre: 180/55ZR17M/C (73W) (Tubeless)
P x L x T: 2.075 x 815 x 1.135 mm
Tinggi jok: 815 mm
Wheel base: 1.440 mm
Minimum ground clearance: 135 mm
Wet weight: 191 kg
Fuel tank capacity:14 L
Oil tank capacity: 3,4 L
Pesaing
Kawasaki Z800
Mesin: 4 silinder segaris DOHC 16 klep
Bore x stroke: 71 x 50,9 mm
Kapasitas: 806 cc
Rasio kompresi: 11,9:1
Tenaga maksimal: 111,8 dk/10.200 rpm
Torsi maksimal: 83 Nm/8.000 rpm
Bobot: 229 kg
P x L x T: 2.100 x 800 x 1.050 mm
Wheel base: 1.445 mm
Harga: Rp 210 juta
Nah kalau belum puas dengan mode STD, pindahkan saja ke A. Ini lebih liar lagi, terlalu responsif deh. Ibarat kuda yang masih liar banget, hehee... Kalau belum terbiasa malah sering overshot atau kebablasan.
Kalau ingin nyaman atau bagi pemula, apalagi sekadar jalan di dalam kota dan sering ketemu macet, lebih baik pakai mode B. Pada mode ini respon mesin jadi lebih smooth walaupun tetap enggak bisa dibilang pelan. Dengan lebih mudah dikendalikan, efeknya badan jadi enggak cepat capai juga. beritaa otomotif terbaru modifikasi yamaha r15modifikasi motor r15modifikasi yamaha r25r125 modifikasi yamahamodifikasi r15,
Oiya, kopling MT-09 termasuk ringan, sehingga walaupun kena macet jari tangan kiri tak lekas pegal. Sementara rem dengan dukungan kaliper radial di depan pakem banget. Dan untung sudah ada ABS, mengerem di jalan basah jadi enggak terlalu khawatir.
Konsumsi Bensin
Mesin berasio kompresi 11,5:1 ini disarankan menenggak bensin beroktan 95. Berapa konsumsinya? Setelah dipakai harian, rata-rata ternyata tertera di layar instrumennya 18,9 km/lt. Tester berbobot 63 kg.

Dunia Otomotif Peugeot Citystar 200

Harus diakui tak banyak skutik bermesin 200 cc di Indonesia, paling hanya Suzuki Burgman 200 atau Viar V1, sayangnya keduanya punya desain gambot agak repot untuk harian. Dan rasanya, PT Garansindo International Motors cukup jeli melihat kekosongan ini dengan memasukan Peugeot Citystar 200.
Mesin bertenaga tapi dimensinya kompak sehingga mampu diandalkan menjadi komuter yang menyenangkan. Dan kami coba paparkan impresi perdana bersama skutik yang dijual Rp 53,9 juta off the road ini.
DESAIN
Pandangan pertama di booth Peugeot Scooter di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2015 yang lalu, langsung tampak jelas nuansa elegan khas Eropa. Bak mobil mewah, bagian depan tampak semacam grill besar yang ternyata di baliknya tersebunyi radiator.
Samping kanan kirinya ada headlamp yang split terpisah dua. Sein menempel di bodi samping terlihat pas dengan mika motif kristal. Di balik windshield ada setang cukup tinggi dengan cover yang membuatnya tampak makin rapi. related post modifikasi motor vixionnew vixion modifikasimodifikasi yamaha vixionharga modifikasi vixion, vixion modifikasi ninja
Sedikit mundur, bodi sampingnya memang tampak polos dan lebar, tapi di belakang posisi lampu dan seinnya mengingatkan kita pada pantat sedan. Minim lekukan tajam membuatnya makin berkelas.
FITUR DAN TEKNOLOGI
Area bawah setang terdapat kompartemen untuk menempatkan sarung tangan, di dalamnya juga ada power outlet 12V DC untuk keperluan charging beserta slot untuk menyimpan handphone dengan aman.
Di balik setang, pandangan mata disuguhkan panel indikator dengan tiga panel bulat yang cukup lengkap, spidometer mudah dipantau dengan jarum analog. Pada bagian tengah, informasi fuelmeter, odometer, suhu mesin, suhu lingkungan dan jam digital ditunjukan lewat panel digital. berita terkait modifikasi thunder 125suzuki thunder 250suzuki thunder 125modifikasi thunder, suzuki thunder modifikasi,
Paling kanan ada engine check hingga voltmeter. Untuk media penyimpanan, Citystar 200 punya bagasi ekstra luas di bawah jok. Mampu menyimpan 2 helm sekaligus, 1 full face dan 1 lagi open face
DATA SPESIFIKASI:
Peugeot CityStar 200
Mesin: 4-tak, satu silinder 2 katup, radiator, injeksi
Kapasitas : 190cc
Bore x stroke : 64 x 58,9mm
Tenaga : 19 dk @ 8.500rpm
Torsi : 17Nm @ 6.700rpm
Transmisi : CVT
Suspensi depan : fork teleskopik hidrolik 37mm
Suspensi belakang : hidrolik shockabsorber 5 posisi
Rem depan : cakram 240mm hidrolik 2 piston
Rem belakang : cakram 210mm hidrolik 2 piston
Dimensi : Panjang 1.985mm x Lebar 750mm x Tinggi 1.300mm
Tinggi jok : 795mm
Berat : 145kg
Harga : Rp 53,9 juta off the road
RIDING POSITION & HANDLING
Joknya yang lebar dan empuk, seperti duduk di sofa rumah. Bagi tester tinggi 180 cm, posisi kaki masih menapak dengan sempurna. Tapi untuk rider dibawah 170 cm harus sedikit jinjit. Setang kemudinya terbilang tinggi, membuat posisi berkendara santai dan enggak gampang pegal.
Citystar ini juga memiliki posisi dek pijakan kaki yang lebar sehingga kaki bisa bergerak leluasa. Kalau ukuran sepatu cuma 44 sih masih lega. Bermodal sok depan model teleskopik dan dual shock di belakang, Citystar 200 mampu meredam jalan bergelombang dengan lembut.
Pelek ring 13 inci dengan lebar 3.50 inci di kedua roda, dibalut ban berukuran 120/70-13 depan dan 130/60-13 di belakang membuatnya makin asyik melahap tikungan. Tapi lagi-lagi kejadian sama seperti Peugeot Django, jarak antara knalpot dan aspal cukup dekat, menikung rebah eh sedikit nyangkut.
PERFORMA
Di beberapa negara di Eropa, Citystar dirilis juga dengan mesin 125 cc, tapi khusus Indonesia mesin 190 cc sengaja dipilih. Tombol electric starter dipencet seketika mesin menyala dan suaranya halus. Getarannya juga minim meskipun grip gas sudah diputar. artikel otomotif lainnya modifikasi ninja r, modifikasi motor ninjamodifikasi motorninja 250 modifikasininja r modifikasi
Mesin SOHC radiator dan sudah fuel injection, tenaganya diklaim mencapai 19 dk dengan torsi maksimal 17 Nm. Dari diam menuju 80 km/jam terasa cepat, sesuai dengan karakter berkendara di Ibukota Jakarta yang stop and go. Untuk menahan lajunya, skutik ini dimodali disc brake depan-belakang, pakem banget bro! Sayangnya belum ABS nih.