Rabu, 20 April 2016

Dunia Otomotif Honda CR-Z Indonesia

Review Honda CR-Z 2016 - Sejak muncul Toyota Prius dan Honda Insight, mobil-mobil seperti itu banyak dibenci petrolhead, salah satu alasannya karena bentuknya aneh. Tapi makin ke sini, muncul banyak mobil hybrid keren, dan Honda CR-Z yang diluncurkan oleh Honda Prospect Motor kemarin adalah salah satunya. Dengan harga 535 juta Rupiah, Honda menyebut ini sport hybrid, tapi apa dia benar-benar sport?
Saya dari dulu tergelitik dengan pertanyaan ini jauh sebelum CR-Z diimpor ke Indonesia. Katakanlah mobil sport seperti Toyota 86, Honda Civic Type R, Subaru WRX STI dan Mazda MX-5, mereka punya nilai jual di aspek penting mobil sport, yakni performa dan handling (Meski Toyota 86 dan Mazda MX-5 lebih menjual handling dan bukan performa). Kalau CR-Z? Apa dia ini mobil sport sungguhan atau hanya hatchback rupawan bermesin cukupan?
Eksterior
Honda mendesainnya CR-Z dengan pintar, karena dari ujung depan sampai ujung belakang, hampir tidak ada yang salah dengan penampilannya. Sangat sporty, sangat eye catching, dan sama sekali tidak terkesan seperti mobil akuntan kalau dilihat dari luar. Tapi, ini adalah facelift kedua untuk CR-Z. Untuk versi facelift kedua ini, CR-Z dapat bumper depan dan belakang baru, motif gril baru, dan headlamp LED juga jadi standar. LED-nya cantik parah, mirip mobil Acura! Nice!
Sementara di samping, desain peleknya baru dengan ukuran 17 inci, dan remnya sekarang pasti lebih pakem, karena jika CR-Z yang dulu remnya 14 inci, sekarang jadi 15 inci. Tapak belakang pun melebar 10 mm, dan setting suspensi depan dan belakang pun direvisi biar lebih nyaman. Agak aneh, padahal CR-Z lawas sama sekali bukan mobil yang suspensinya keras seperti Brio misalnya, masih bisa dibilang layak dan nyaman untuk sehari-hari. Artikel terkait: harga daihatsu ayla juga harga daihatsu ayla 2016 dan juga harga daihatsu ayla terbaru beserta harga daihatsu ayla bekas dan juga review daihatsu ayla
Sejauh ini kesannya menjanjikan, meski untuk beberapa orang bagian belakangnya sedikit agak aneh, tapi tidak jadi soal. Di bagian belakang mobil ini tidak ada knalpot yang nongol, biar kesannya mobil ini ramah lingkungan dan tidak beremisi, padahal tetap saja ada gas buang, karena knalpotnya ngumpet di dalam. Tapi tidak hanya Honda CR-Z saja yang seperti ini, mobil hybrid lain seperti Hyundai IONIQ juga pakai metode yang sama.
Tapi jujur saja, CR-Z ini punya basis yang sama seperti Honda Insight, dan Insight adalah sebuah mobil hybrid tua. Jadi, dia cantik di luar seperti Meriam Bellina, tapi tua di dalam seperti meriam Portugis. Tapi sejauh ini semuanya masih sangat menjanjikan, ini kelihatan seperti mobil buatan desainer dan engineer, karena selain bisa dibuat cakep, nilai aerodinamikanya juga termasuk bagus lho. Baca juga: harga mobil daihatsu ayla dan harga mobil daihatsu ayla 2016 beserta harga mobil daihatsu ayla bekas dan juga harga mobil daihatsu ayla terbaru dan juga spesifikasi mobil daihatsu ayla
Interior
Saya suka desain dalamnya. Interiornya punya desain yang sangat fokus, futuristik dan driver oriented. Ada rasa seperti masuk ke kokpit pesawat tempur saat duduk di kabin pengemudinya, plus dia punya posisi duduk yang rendah dan sporty. Rasanya benar-benar seperti mobil buatan engineer dan desainer. Good job, desainer dan engineer Honda.
Tapi di balik itu, harus diketahui bahwa materialnya adalah plastik. Tapi sekalian menginfokan, sebenarnya ada apa dengan plastik? Alfa Romeo 4C dan Subaru WRX juga plastik kok interiornya. Well, sebenarnya tidak ada masalah, tapi kadang itu memperlihatkan seberapa besar niat mereka bikin mobil, dan saya tetap memandang 2 mobil tadi sebagai mobil sport bagus.
Namun kalau bisa pakai material yang bagus, pakailah yang bagus. Lagipula, inti dari mobil sport itu kan performanya, pengendaraannya, atau kecantikannya. Plastik di interior harusnya bisa terbayarkan dengan hal-hal itu, dan di CR-Z ini, dia dibayar dengan desain luar-dalam yang cakep. Honda CR-X sepertinya tidak akan malu kalau desain penerusnya, yakni CR-Z sebagus ini.
Lupakan soal plastik, karena saya amat sangat puas dengan kombinasi bahan joknya. Paduan bahan fabric dan kulitnya bagus dan pas, bisa mencuatkan kesan sporty. Fabric-nya pun bukan fabric murahan, bahkan di armrest tengah yang sekaligus menjadi penutup glovebox kini dilapisi kulit. Posisi duduk joknya rendah dan sporty, dan ketinggian jok pengemudi bisa diatur secara manual. Lumayanlah, ada fungsi standar seperti reclining dan sliding.
Seperti smartphone yang ada di dekatmu, CR-Z punya banyak mainan, contohnya pilihan mode berkendara. Ada mode eco yang bakal membuat mobil menjadi lebih santai dan membuat cincin di spidometer ala 3D-nya berwarna hijau. Lalu ada mode normal untuk kondisi berkendara biasa dan cincinnya berubah menjadi biru, dan berikutnya mode sport yang bakal mempertajam respons pedal gas, membuat setir jadi lebih berat dan cincin di spidometer menjadi berwarna merah.
Dan ada hal unik tentang tombol S+ ini. Ini adalah tombol boost, jadi saat indikator S+ Ready udah muncul di panel instrumen, kita pencet tombol ini, nanti kita bakal dapat akselerasi instan dari tenaga baterai dan motor listriknya. Seperti sistem KERS di mobil F1, tapi boost ini hanya bisa bertahan selama 5-10 detikan. Perumpamaan simpel, pernah main NFS Underground 2? Tahu efek NOS? Kira-kira seperti itu, tapi ini bukan NOS, ini motor listrik dan baterai.
Selebihnya, ini tempat yang enak buat pengemudi dan penumpang depan. Komplit pula, ada ac otomatis, stability control, 7 speaker, 6 airbags, active noise cancelation, auto headlamp & wiper, dan bahkan dia punya sistem yang membuat suara mesin palsu yang bakal disalurkan via speaker mobil. Suaranya beda, tergantung dari mode berkendara yang dipilih.
Alasannya biar pengemudinya merasa mobil ini kenceng, padahal dia ini cuma hatchback sporty yang pakai mesin milik Honda Jazz hybrid, dan itu bukan mobil sport. Tapi suara palsu ini bukan cuma monopoli CR-Z saja, soalnya BMW M5 dan Renault Clio RS punya sistem suara mesin palsu juga.
Untuk mobil yang sporty, tempat penyimpanan di Honda CR-Z ini cukup banyak, jadi CR-Z ini lumayan praktis. Tapi kalau saya bilang CR-Z ini luas, tidak juga, cenderung sempit. Ruang belakangnya itu cuma formalitas, karena hanya bisa dipakai balita, itu pun balitanya tidak boleh mengidap claustrophobia, karena nyaris tidak bisa melihat ke luar jendela. Syarat orang dewasa kalau mau duduk nyaman di situ adalah tidak punya kaki, kepala dan leher.
Tidak hanya itu, karena desain atapnya datar dan kacanya sempit, visibilitas belakangnya sangat minim, susah mau melihat masa lalu… Maaf, maksudnya melihat ke belakang dari kaca spion tengah. Karena baterainya ada di bawah bagasi belakang dan dia punya atap rendah, bagasi CR-Z luasnya ala kadarnya, sekitar 255 liter jika tak salah. Itu adalah ukuran bagasi city car, tapi kami tak memandang hal ini sebagai masalah krusial sebenarnya. Baca juga: daihatsu ayla baca juga daihatsu ayla bekas dan juga daihatsu ayla terbaru beserta daihatsu ayla 2016 dan juga all new daihatsu ayla
Mesin
Sejauh ini, kesannya mobil ini seperti mobil buatan engineer dan desainer, tapi saat kita menggeledahnya lebih dalam lagi sampai ke mesin, rupanya masih ada akuntan yang ikut campur dalam pembuatannya. Itu karena dia punya mesin yang sama seperti Honda Jazz hybrid, 1.500 cc 4 silinder dengan kombinasi baterai+motor listrik yang kalau ditotal, tenaga dan torsinya ada di 130 hp dan 172 Nm, akselerasi 0-100 bisa sekitar 9-10 detikan dengan top speed 209 km/jam.
Kedengarannya tidak jelek, tapi itu masih di zona rata-rata mobil reguler, bukan? Transmisinya juga hanya CVT, yang artinya bagus buat efisiensi dan kehalusan, tapi mungkin tidak buat fun to drive. Bahkan untuk yang CVT, tenaga dan torsinya disunat dibanding opsi transmisi manual 6 percepatan biar transmisinya awet, tapi sayang yang manual tidak dijual di Indonesia.
Akan kami jelaskan. Motor listrik yang ditanam di roda depannya, itu mendapat tenaga dari baterai. Motor listriknya akan bekerja di kecepatan rendah biar akselerasi mobil lebih sigap, karena torsi 172 Nm-nya sudah bisa terasa sejak 1.000 rpm. Jadi bagi yang suka nyalip mobil lain di rute dalam kota dan sering kena macet-macetan, mobil ini cocok. Mungkin sampai situ kalian merasa tidak ada masalah, apalagi karena sistem hybrid ini bisa membuat mobil jadi irit BBM. Jelas dong, siapa yang tidak mau mobil irit? Kami pun mau.
Tapi ada dugaan yang harus kami sebutkan. Honda Jazz hybrid yang mesinnya sama dengan CR-Z ini, saat melaju di kecepatan tinggi, katakanlah 80-100 km/jam, motor listrik Jazz hybrid akan mati, sehingga ia jadi mobil bensin normal yang membawa beban ekstra berupa baterai dan motor listrik. Kami menduga hal yang sama juga terjadi pada CR-Z, tapi ini belum diketahui pasti.
Pemilik CR-Z pun tidak bisa menjalankan CR-Z dengan mode elektrik saja, tidak seperti Toyota Prius atau BMW i8 yang bisa berjalan dengan tenaga baterainya saja. Menurut pengujian Honda, CR-Z sanggup melewati banjir setinggi 30 cm tanpa merusak baterainya akibat air. Perlu dicatat, baterainya water resistant, bukan water proof. Usia baterai CR-Z diklaim bisa hingga 15 tahun. Karena ini bukan Tesla, baterainya tidak perlu di-charge di colokan listrik di rumah atau kantor.
Kesimpulan
Jadi, apa sebenarnya CR-Z ini? Dia adalah jawaban bagi kalian yang suka bertanya,”Ada nggak ya mobil yang desainnya keren, bensinnya irit tapi harganya nggak sampe M-M-an?” ada, ya ini mobilnya. Ini adalah mobil keren yang bisa bikin kegantengan pemiliknya naik 100 kali lipat di depan lawan jenis. Saya tidak bilang CR-Z ini mobil sport, tapi bisa dibilang mobil sporty atau fashion car, karena tampilannya lebih menjual daripada aspek lain, dan ingat, harganya masih di angka 500 jutaan.
Tapi saya sendiri sangat bingung dengan CR-Z ini. Mau dibilang mobil sport, tapi tenaga dan torsinya tidak spektakuler. Teknologi hybrid-nya sendiri terlihat cenderung ke performance, karena mengharamkan mobil berjalan dengan mode elektrik, tapi kok tambahan ekstra tenaga dan torsinya tidak seberapa? Kalau cenderung ke efisiensi, mungkin bakal lebih baik jika CR-Z menyediakan mode full elektrik seperti BMW i8. Pendek kata, just show and no go

Dunia Otomotif Honda Jazz 2016 Minor Change

Daripada melihat via foto atau menunggu IIMS 2016, kami lebih penasaran dengan melihat Honda Jazz minor change 2016 baru secara langsung. Bukan apa-apa, soalnya siapa tahu kalau ada ubahan lain selain head unit dan pelek kan? Untungnya, ada Honda Jazz minor change yang sedang dipamerkan di salah satu pusat perbelanjaan di Bandung. Tanpa basa-basi, saya langsung meluncur ke lokasi untuk mencari tahu, apa saja bedanya.
Sesudah melihat, rupanya benar, Honda Jazz minor change sedang dipamerkan untuk memikat konsumen. Sebelumnya, di artikel ini saya hanya menjelaskan apa saja yang berubah dan bagaimana, untuk hal lain yang masih sama dengan Jazz sebelumnya, tidak akan saya bahas secara spesifik, dan anda bisa melihat artikel First Impression Review Honda Jazz jika masih penasaran dengan Jazz secara keseluruhan. Artikel Terkait: suzuki ciaz dan juga suzuki ciaz bekas beserta suzuki ciaz terbaru dan suzuki ciaz 2016 dan juga all new suzuki ciaz
Pelek barunya masih berukuran sama, 16 inci dengan ban Bridgestone Turanza. Motif peleknya mengingatkan dengan milik Honda Civic FB. Lumayanlah, kelihatan lebih “mobil baru” dibandingkan dengan Jazz sebelumnya. Tapi ingat, ubahan di eksteriornya hanya pelek itu saja, tidak ada apa-apa lagi. Rem belakang masih teromol, lampu LED tetap standar, tidak ada kamera parkir, dan lain-lain.
Berikutnya, masuk ke dalam. Ada kemajuan pada head unit-nya (kemajuan, secara harafiah), karena letaknya memang lebih maju daripada sebelumnya, atau mungkin cocoknya dibilang lebih keluar. Diklaim, fiturnya masih sama seperti yang lawas, bisa untuk CD, DVD, MP3, AUX, USB, HDMI, tapi minus GPS. Slot untuk CD dan DVD ada di bawah monitor yang letaknya miring itu. Baca juga: harga suzuki ciaz atau harga suzuki ciaz 2016 dan harga toyota fortuner terbaru atau juga harga suzuki ciaz bekas beserta review suzuki ciaz
Serius, monitor ini letaknya agak miring, jadi kami agak khawatir dia akan agak kurang jelas display-nya saat silau kena sinar matahari. Sudah begitu, letaknya yang agak keluar membuatnya terkesan tidak dipasang dengan baik. Maksudnya sih baik, mau kelihatan modern, tapi setidaknya perhitungkan estetika juga. Kalau memang didesain untuk in-dash, ya in-dash saja, tidak usah maksa jadi out-dash atau nongol-dash.
Di balik monitornya, di sebelah kanan dekat tombol hazard, ada slot untuk mencolokkan USB dan kabel HDMI. Sudah, itu saja ubahannya, selebihnya masih sama dengan Jazz lama. Oh ya, jika anda bertanya-tanya kenapa tidak ada paddle shift, ini bukan karena penghilangan fitur, tapi karena ini memang Jazz bertransmisi manual. Artikel terkait: harga mobil suzuki ciaz baca juga harga mobil suzuki ciaz 2016 beserta harga mobil suzuki ciaz bekas dan juga harga mobil suzuki ciaz terbaru atau juga spesifikasi mobil suzuki ciaz
Soal kenaikan harga, staf Honda yang bertugas di pameran itu mengatakan belum ada kenaikan harga. Kalau pun ada, mungkin minggu depan, dengan kisaran sekitar 5 juta Rupiah. Apa opinimu mengenai ubahan Jazz baru ini? Sampaikan di kolom komentar!

Selasa, 19 April 2016

Dunia Otomotif V-Kool Teknologi Canggih Glass Fusion

Dalam ajang Indonesia International Motor Show 2016, rupanya tidak hanya dijadikan momentum bagi peserta produsen berbagai kendaraan, namun juga produsen aksesoris otomotif. Seperti V-Kool yang memproduksi kaca film kendaraan, event IIMS 2016 juga dijadikan ajang momentum untuk memperkenalkan produk termuktahir bernama V-Kool Ultramaster Glass Fusion.
V-Kool Ultramaster Glass Fusion merupakan produk terbaru dari jajaran V-Kool Ultramaster, Glass Fusion sudah diteliti oleh Alfred University Institute of Glass Science and Engineering. Penelitian ini membuktikan bahwa kaca yang dilapisi Glass Fusion akan menjadi lebih kuat dan lebih jernih. Glass Fusion meningkatkan koefisien friksi dan kemampuan daya topang pada kaca hingga 10 kali lipat. Baca juga: harga mobil honda mobilio atau harga mobil honda mobilio 2016 juga harga mobil honda mobilio bekas beserta juga harga mobil honda mobilio terbaru dan juga spesifikasi mobil honda mobilio
Percobaan ini sempat dipertontonkan kepada kami dengan membandingkan kaca film Glass Fusion dan non Glass Fusion dengan cara menyiramkan dengan lumpur dan air. Hasilnya Glass Fusion dapat melunturkan lumpur dan air lebih cepat dibandingkan tanpa Glass Fusion. Artikel terkait: honda mobilio dan honda mobilio bekas juga honda mobilio terbaru beserta honda mobilio 2016 dan juga all new honda mobilio
Membuat kaca tahan terhadap benturan kerikil sehingga terhindar dari baret dan keretakan
Meningkatkan kejernihan dan memperjauh jarak pandang Anda
Mengurangi pantulan cahaya dan menyilaukan pada malam hari
Menambah daya tolak air sehingga pandangan lebih baik ketika kondisi hujan deras
Melindungi kaca dan hujan asam, polusi, jamur dan kerak air.
vkool-iims-2016-review-ultramaster-glass-fusion
Glass Fusion dapat meningkatkan keamanan dalam berkendara. Kaca depan dengan menggunakan aplikasi Glass Fusion dapat meningkatkan visibilitas pada kondisi hujan sebesar 35% dan mengurangi silau hingga 30%. Teknologi nano pada Glass Fusion dapat diaplikasikan hampir pada semua permukaan yang mengandung silika (silika dioksida) seperti kaca, keramik, porselin, granit dan batu kuarsa.
Perbedaan penting dari Glass Fusion dibandingkan dengan water repellent lainnya adalah, Glass Fusion mengisi pori-pori kaca, lalu melapisinya dengan coating, sehingga Glass Fusion merubah karakteristik kaca menjadi lebih licin, dan Hydrophobic (membuat air enggan menempel ke permukaan kaca) sehingga meningkatkan visibilitas. Artikel terkait: harga honda mobilio juga harga honda mobilio 2016 dan harga honda mobilio terbaru beserta harga honda mobilio bekas dan juga review honda mobilio
Dengan pengaplikasian Glass Fusion, dapat meningkatan visibilitas dan dapat memberikan waktu ekstra untuk menghindari bahaya hingga jarak hampir 20 meter saat mengemudi dengan kecepatan 60 km/jam. Fitur seperti ini tentunya cukup penting bagi kita untuk memberikan rasa aman pada berkendaraan. So apabila anda penasaran, monggo berkunjung ke booth V-Kool yang berada di IIMS 2016. karena untuk pengaplikasian Glass Fusion untuk mobil anda, dimulai dari harga 700 Ribuan untuk mobil kecil, plus diskon khusus pada event tahunan ini.

Dunia Otomotif Honda Civic Turbo Indonesia

Satu fakta yang terjadi sekarang, sedan bukanlah sesuatu yang bisa diandalkan merek manapun saat ini untuk menggenjot kas perusahaan, terutama di pasar Indonesia. Tapi bukan berarti tidak ada yang bisa dilakukan dengan sedan, karena sedan adalah ujung tombak dari citra merek mobil, dan masih ada pabrikan yang mau membuat nadi sedan berdenyut kembali. Contohnya Hyundai yang meluncurkan divisi premium Genesis yang berkonsentrasi ke sedan mewah dahulu untuk membangun citra.
Contoh kedua adalah Civic generasi kesepuluh yang baru diluncurkan di IIMS 2016. Civic anyar ini diklaim jadi kembalinya nama Civic ke arah yang seharusnya, yakni sporty, dan Civic ini adalah Civic pertama di dunia yang pakai mesin turbo langsung dari Hondanya. Civic yang datang ke Indonesia hanya 1 varian, yakni Civic Turbo bertransmisi CVT. Terus, apa yang membuat Honda yakin Civic ini adalah Civic yang sporty? Atau malah Civic yang krisis identitas? Ini saatnya untuk membedah mobil ini.
Eksterior
Cakep. Tidak ada kata lain yang lebih pas untuk menggambarkan kesan yang ditangkap saat melihat Civic ini secara langsung. Honda melirik coupe 4 door buatan merek lain seperti Audi, BMW atau Mercedes lalu mengejawantahkannya menurut paham desain mobil yang mereka yakini. Hasilnya, Civic ini punya karakter desain seperti coupe, kelihatan dari atap rendah, garis pinggul lebar, buntut pendek nan melandai, lampu sipit dan lain sebagainya. Oh ya, Civic ini hasil riset di Amerika, bukan Jepang.
Tapi akuilah, ada beberapa sudut pandang yang membuat Civic ini jadi berkurang karismanya, contohnya dari rear quarter. Saking panjang dan landainya kaca belakang serta pendeknya penutup bagasi, sedikit membuat dahi berkerut saat mencerna bentuknya, karena jadi agak aneh, sudah begitu overhang depan dan belakang kelihatannya agak panjang ya? Lanjut ke hal lain, saya merasa ada aura BMW 3 Series F30 dan Mitsubishi Galant hiu saat melihat desain depannya. Ah, mungkin hanya perasaan saya saja.
Di Thailand, negara asal impor Civic Turbo ini ada varian yang punya gril berwarna hitam, namun kita hanya dapat yang grilnya chrome, tapi proporsinya bagus. Pencuri perhatian di sektor muka ada pada lampu depan full LED-nya, karena waktu dinyalakan, sinarnya lain dari lampu LED mobil lain. Sepertinya saat tahu trik ini sukses di Acura, Honda langsung menerapkan hal yang sama ke mobilnya sendiri. LED DRL? Tentu saja ada, lampu depannya juga sudah auto. Artikel terkait: harga mobil honda jazz juga harga mobil honda jazz 2016 beserta harga mobil honda jazz bekas dan juga harga mobil honda jazz terbaru atau spesifikasi harga mobil honda jazz
Rival abadi Toyota Corolla ini disematkan pelek 17 inci two-tone. Modelnya lumayan, tapi untuk sedan yang perawakannya agresif seperti ini, harapannya desain peleknya bisa mantap juga seperti bodinya. Kalau di Thailand, pelek ini hadir untuk varian Turbo RS alias top of the line. Rem cakram di keempat roda juga siap mengawal, yang memang sudah layak dan sepantasnya untuk sedan sekelas Civic.
Tapi dari luar sudah kelihatan apa saja yang hilang dibanding versi Thailand. Jika versi Thailand punya kamera di spion yang akan menampilkan gambar kondisi di samping dengan cakupan yang lebar untuk mengurangi blind spot pengemudi, versi Indonesia kameranya dihilangkan, sehingga spionnya hanya dihiasi dengan lampu sein LED saja. Agak sayang ya? Oh ya, ban Civic ini adalah Yokohama Advan dB berukuran 215/50 R17.
Lampu belakang Civic dipercayakan kepada cahaya LED bar, bentuknya kelihatan seperti huruf C atau bumerang saat menyala. Antena sirip hiu juga cocok dengan siluet ala coupe yang ditawarkan Civic ini. Secara personal, saya melihat ada kesamaan antara Civic dengan Audi A7 Sportback, terutama kalau dilihat di sektor belakang, tapi jika A7 tail pipenya didesain dengan rapi, punya Civic sedikit agak janggal. Artikel terkait lainnya: harga honda jazz atau harga honda jazz 2016 beserta harga honda jazz terbaru dan juga harga honda jazz bekas bisa juga review honda jazz
Okelah, dia punya twin exhaust yang keduanya berfungsi, tapi coba dilihat dengan seksama, khususnya dari samping, seolah pipa knalpotnya seperti agak terpotong bukan? Mungkin untuk berikutnya, bisa dirapikan dengan meniru tatanan muffler dan bumper Mazda 6 SkyActiv misalnya. Sportynya dapat, rapinya juga dapat. Civic Turbo ini tidak punya sensor parkir, tapi sudah dapat kamera parkir.
Interior
Biarpun desainnya punya kemiripan di beberapa bagian dengan Honda BR-V, Brio dan Mobilio, tapi dashboard Civic terasa lebih niat dibuatnya. Buktinya, setengah bagian atas dashboard berlapis bahan soft pad yang terasa berkualitas saat ditekan, dan pastinya, tidak goyang, itu yang penting. Tidak hanya itu, ada aksen brushed aluminium bernuansa mewah pada bagian dashboard yang terletak di depan penumpang.
Tapi catat, cerita seperti itu tidak berlanjut ke dashboard dan doortrim di setengah bagian bawah, karena di sinilah kembali kita berjumpa dengan material plastik, tapi untung saja plastiknya tak terasa seperti plastik yang murah(an). Jika anda senang mengemudi dengan gaya sporty, anda akan suka duduk di bangku pengemudinya. Posisi duduknya sangat rendah dan terasa sporty, layaknya menyetir mobil sport, didukung dengan dashboard yang posisinya juga tidak tinggi.
Posisi mengemudi mantap ini pun sudah disiapkan sejumlah pengaturan agar bisa pas untuk banyak orang. Selain didukung dengan pengaturan tilt & telescopic pada setir, jok pengemudinya sudah elektrik dan bisa diatur 8-way. Semua joknya berbahan kulit, setirnya sudah punya tombol untuk cruise control, pengaturan audio dan telepon. Di sisi kanan pengemudi, kelihatan tombol start-stop button dan tombol untuk mematikan stability control.
Tapi agak risau melihat panel instrumennya. Di Thailand, Civic Turbo punya panel instrumen full LCD yang display spidometer, takometer dan MID-nya keren, sementara versi Indonesia malah turun menjadi paduan takometer analog serta spidometer plus MID digital. Head unit dengan tombol semu seperti TV LCD rumah pun jadi unek-unek, karena kita tidak bisa meraba tombolnya dengan jari saat harus melakukan fungsi tertentu yang tidak bisa lewat setir.
Contoh, salah pencet tombol, niat hati ingin memencet tombol home, yang terpencet malah tombol power di head unit. Masih ada orang yang suka tombol fisik, karena cukup menghapal letaknya tanpa perlu melihat dan kemungkinan salah pencet lebih kecil. Tapi kalau ada yang suka tombol seperti ini, ya tidak apa-apa. Urusan wiper, Civic sudah punya speed sensing wiper meski tidak punya mode auto. Di dekat tuas CVT-nya, ada tombol brake hold, rem parkir elektrik dan mode econ.
Visibilitas Civic layak untuk dipuji, karena mudah untuk melihat ke kanan-kiri tanpa terlalu terhalangi oleh pilar A. Ada fitur yang hanya dimiliki Civic di kelasnya saat ini, yakni remote engine start. Jika berada dalam jarak maksimal 40 m, anda tinggal pencet tombol di remote kunci dan mesin serta AC akan menyala. Kontrol AC berlayar digitalnya masih kenop putar biasa, dengan single zone climate control otomatis.
Kepraktisan biasanya bukan hal yang jadi jualan pada sedan, termasuk Civic ini. Jumlah penyimpanannya cukup dan kapasitasnya lega, tapi sepraktis-praktisnya sedan mau berapa banyak sih jumlah penyimpanannya? Lokasi tempat untuk penyimpanan ada di glovebox utama, sekitar tuas transmisi dengan model bertingkat, doortrim, kantong jok serta cup holder di armrest belakang. Di penyimpanan bertingkat dekat tuas transmisi, ada power outlet 12 V.
Kabin belakangnya apa kabar? Soal kelegaan, Civic ini boleh juga, karena baik ruang kaki maupun kepala di sedan ini masih memadai, meskipun sandaran belakangnya terasa kurang rebah jika ingin benar-benar duduk rileks. Tidak seperti di depan, tidak ada material soft touch di doortrim belakang, yang ada hanyalah plastik. Penumpang belakang mendapatkan blower AC, armest dan kantong penyimpanan.
Bagasi Civic lumayan juga luasnya, tapi buntut yang agak pendek membuat bibir atas bagasinya kelihatan agak aneh sedikit. Jok belakang terpisah 60:40 dan bisa dilipat untuk memperluas bagasi. Saya suka standar keselamatan Civic baru ini, karena ia punya 6 airbags, ABS+EBD+BA, auto brake hold, hill start assist, brake override system, jok ISOFIX, dan lain-lain. Ini baru bagus.
Mesin dan Kaki-Kaki
Honda akhirnya ikut-ikutan juga tren turbo seperti Ford Focus Ecoboost dan VW Golf TSI. Inilah Civic berturbo pertama di dunia yang bisa kita nikmati langsung dari Hondanya sendiri, bukan hasil modifikasi. Honda Civic sekarang punya mesin 1.500 cc 4 silinder VTEC Turbo sebagai opsi tunggal di sini, tidak ada opsi 1.800 cc non turbo seperti di Thailand. FYI, mesin ini pada dasarnya sama dengan Honda StepWGN baru di Jepang.
Untuk Civic, tenaganya terkatrol jauh dari Civic FB lama, kini menjadi 173 hp dan torsinya naik jauh menjadi 200 Nm. Asiknya, torsi itu bisa terasa sejak 1.700 rpm saja, jadi secara teori, tidak perlu injak gas dalam-dalam untuk membuatnya melakukan percepatan. Transmisi CVT-nya pasti sedikit mengganjal di batin saat kita tahu potensi mesin turbo ini, apalagi konsumen Civic yang notabene senang fun to drive pasti ingin transmisi yang fun. Semua fakta tentang transmisinya harusnya bisa terungkap kalau kita bisa mengendarai Civic ini di jalanan.
Bagi car enthusiast yang mengerti betul soal suspensi, kabar gembira, Civic baru tetap mempertahankan konstruksi suspensi independen di keempat roda. Di depan MacPherson Strut dan di belakang ada Multi Link. Sekedar info, ingat tidak Civic Type R Turbo di episode AutonetMagz Speciale? Kami sudah mereview First Impression Honda Civic Type R Turbo juga, dan kami agak shock saat tahu suspensi belakangnya tidak independen, karena tipenya torsion bar.
Bagus memang jika Civic Turbo FC memakai suspensi independent dan bukan dependen sejenis torsion bar seperti pada suspensi belakang Civic Type R FK2, meski kalau dibanding Civic FD yang suspensi belakangnya sudah independent double wishbone, rasanya Civic FC Turbo ini perlu berguru lagi kepada Civic FD. Artikel Terjait: honda jazz beserta honda jazz bekas dan juga honda jazz terbaru dan honda jazz 2016 atau all new honda jazz
Kesimpulan
Meski baru menjelajah tanpa test drive, saya yakin, Civic ini bisa menjadi pelipur lara bagi konsumen yang tergila-gila akan nilai penting dari sedan seperti Civic, yakni sporty. Utamanya jelas, kemampuan mesin 1.500 cc turbo ini sudah bisa bikin orang berkata “wah” meski baru melihatnya di atas kertas. Didukung dengan desain cantik, kualitas interior di atas ekspektasi Honda yang belakangan ini kita kenal, kabin lebih roomy dan fitur sesuai kelas mobilnya, khususnya fitur keselamatan.
Ada memang beberapa hal yang menjadi ganjalan, semisal desain belakang yang sedikit aneh kalau dilihat dari sudut tertentu, ada beberapa pengerjaan yang bisa lebih baik lagi saat melihat beberapa area semisal tombol semu head unit yang tidak begitu disukai semua orang, keraguan soal mesin turbo plus CVT, desain interior yang spesialnya agak berkurang karena sudah ditiru oleh Brio, BR-V dan Mobilio di beberapa bagian dan sejumlah hal lain.
Harganya yang mencapai 475 juta Rupiah OTR Jakarta juga bakal menjadi momok tersendiri, namun kami sangat menunggu kesempatan di mana kami bisa berkendara dengan Civic ini nanti, untuk mengetahui seperti apa ia kalau diajak berinteraksi dengan aspal dan pengemudi. Hingga saat ini, inilah satu dari sekian Honda yang benar-benar bagus yang bisa kita beli secara resmi di Indonesia.

Dunia Otomotif Honda Brio RS

Entah apa yang ada di benak Honda, sampai-sampai berani meluncurkan 3 mobil sekaligus di IIMS 2016 yang sedang berlangsung. Selain Civic yang kemarin sudah kami review, kami pun akan mereview Brio baru yang kini tersedia dalam varian RS, dan pastinya versi Satya yang digolongkan sebagai LCGC juga mendapat update.
Sebelumnya, tolong catat, harga Brio RS dan Brio Satya sekarang sudah tidak bisa dibilang murah. Harga Brio RS mencapai 174 juta Rupiah lebih dan Brio Satya mencapai 150 juta Rupiah. Sangat mahal bukan? Tapi dengan harga mahal itu, dapat apa saja sih dari varian teranyar yang mereka jagokan ini? Simak pembahasan berikut ini.
Langkah Honda untuk mengupdate Brio menjadi Brio RS sudah tertebak jelas, tidak perlu dijabarkan panjang lebar terlalu detail. Untuk bumper, mereka mengambil bentuk bumper dan gril dari inspirasi Mobilio yang dicampurkan dengan detail pahatan samping dari BR-V, gril hitam dan kini Brio RS punya lampu yang sama persis dengan Mobilio RS, pakai LED positioning lamp dan lampu projector sebagai standar. baca juga artikel terkait harga mobil toyota fortuner dan harga mobil toyota fortuner 2016 beserta harga mobil toyota fortuner bekas baca juga harga mobil toyota fortuner terbaru dan juga spesifikasi toyota fortuner
Bagus, jadi bertambah satu daftar city car yang punya lampu projector sebagai standar selain Daihatsu Sirion dan KIA Picanto Platinum, meski untuk urusan teknologi lampu, KIA Picanto Platinumlah juaranya. Kualitas pengerjaan Brio juga kelihatan masih bisa dioptimalkan di eksterior, karena masih ada celah-celah yang terlampau renggang. Padahal harganya sudah naik lho, sudah tidak murah pula.
Di sektor samping, Brio RS punya pelek baru yang desainnya cukup keren, multi spoke dengan warna two tone, ukurannya 15 inci seperti Mitsubishi Mirage Exceed. Spion Brio RS lagi-lagi hasil pinjaman dari Honda lain, karena ini adalah spion Honda Jazz yang dilengkapi lampu sein LED. Sebelum mampir di Brio RS, spion ini juga ada di Mobilio facelift. Di bagian bawah, ada side skirt yang khusus untuk varian RS saja.
Sementara di belakang, Brio RS mencoba memperindah buritan khasnya itu dengan garnish kaca penutup bagasi sewarna bodi dan diimbuhi chrome sedikit. Ya, kaca, pintu bagasinya masih pakai kaca seperti Brio yang sudah ada, jadi bukan pintu bagasi sungguhan seperti city car lainnya. Wiper belakang sudah ada, tapi tidak ada sensor parkir seperti Mirage atau Sirion.
Jika ada yang bertanya, apa bedanya eksterior Brio RS dengan Brio Satya baru? Yang paling jelas, pelek Satya turun jadi 14 inci dan lebih sederhana, tidak ada lampu projector, tidak ada sein LED di spion, garnish kaca bagasinya chrome semua, tidak ada side skirt, spionnya harus dilipat pakai kalori manusia dan khusus Brio Satya S, tidak ada fog lamp dan wiper belakang. Baca juga: harga toyota fortuner juga harga toyota fortuner 2016 beserta harga toyota fortuner terbaru dan juga harga toyota fortuner bekas atau review toyota fortuner
Interior
Jika anda sudah pernah berada di dalam BR-V dan Mobilio baru, mungkin anda kenal sekali dengan interior Brio baru. Yap, itu karena Brio RS dan Satya baru memakai dashboard yang sama persis dengan kedua mobil tadi. Jika Brio Satya dashboardnya two tone black-beige, Brio RS dashboardnya full black. Dashboard tiga serangkai ini masih punya cerita yang sama dengan BR-V dan Mobilio, di mana finishingnya tidak rapi, masih bisa goyang ketika ditekan-tekan dan materialnya terasa murah.
Perasaan “been there, done that” juga ada di spidometer Brio baru yang identik dengan BR-V S dan tweeter di pilar A yang sama dengan milik Mobilio RS, dan panel kontrol AC digital dengan tombol yang sama dengan kedua saudaranya yang lebih besar. Untuk kontrol AC-nya, banyak konsumen yang suka, karena jika sudah malas dengan kontrol AC ala kompor gas, yang ini kelihatan lebih mahal, tapi jangan harap ada mode auto seperti Mirage Exceed ya.
Motif fabric di joknya anyar berkat jahitan orange, dan posisi mengemudi standar Brio RS ini masih enak dengan pengaturan standar city car, yakni tilt steering tanpa telescopic, jok pengemudi reclining dan sliding, tapi tidak ada height adjuster seperti Sirion. Sayang sekali, bahan joknya masih tipis dan headrestnya yang menyatu dengan badan jok bikin agak susah untuk disesuaikan dengan berbagai postur badan pengemudi nantinya.
Setir Brio RS mengambil fitur milik Mobilio RS dan BR-V yang punya steering switch control untuk audio. Dengan penambahan sepasang tweeter, Brio RS kini punya 6 speaker, lebih baik daripada Hyundai Grand i10 atau Daihatsu Sirion yang hanya 4 speaker. Head unit milik Brio RS memakai merek JVC, turunan dari Honda Jazz dengan fitur yang cukup, seperti koneksi USB, iPhone/iPod dan layar sentuh 6,2 inci. Kami belum tahu fitur lengkapnya apa saja, karena saat pameran, head unit tak boleh dinyalakan.
Jika menilai kepraktisan kabin Brio, ia bisa dibilang cukup oke. Tempat penyimpanan di dalam Brio tidak banyak-banyak amat, karena selain glovebox, ia punya 2 kantung pintu, 2 kantung utama di tengah dekat transmisi, 2 cup holder, 2 kantong di belakang jok depan dan 1 tempat penyimpanan kecil di belakang tuas rem tangan. Masih cukup oke bukan? Memang bukan yang terbaik di kelasnya, tapi ini masih layak.
Di kabin belakang, tidak ada perbedaan ruang sama sekali. Untuk orang dewasa, ini bukan kabin city car dengan ruang kaki dan kepala terlapang di kelasnya, tapi jika anda punya tinggi di bawah 175 cm, mungkin masih memadai. Di pintu belakangnya tidak ada kantung, tapi ada kantung pada jok depan sebagai penggantinya. Sama seperti kebanyakan city car seperti Mirage, Sirion dan Celerio, tidak ada headrest yang proper untuk menopang kepala penumpang belakang. Jadi, ia tidaklah lebih baik dari Hyundai Grand i10 dan KIA Picanto jika bicara soal kelayakan kabin bagi penumpang belakang.
Bagasi Brio terkenal dengan sempitnya, dan Brio baru ini bukan pengecualian. Dengan bagasi sempit, bukaan yang cukup terbatas dan bibir bagasi agak tinggi, ini menjadikan kekurangan bagi Brio dari segi kepraktisan dan akomodasi. Joknya sama seperti Hyundai Grand i10 dan Mitsubishi Mirage Exceed, yakni tidak terpisah dan saat dilipat, ruang yang dihasilkan memang lega tapi tidak rata lantai.
Sepengetahuan saya, city car yang punya pelipatan jok paling praktis dan rata adalah Daihatsu Sirion dan KIA Picanto. Fitur safety pada Brio baru mencakup side impact beam, dual airbags, serta ABS dan EBD. Akan tetapi, tolong diingat bahwa hanya Brio RS dan Brio Satya CVT yang dapat ABS serta EBD, sementara Brio Satya varian lainnya tidak dapat ABS dan EBD meski fitur-fitur yang disebutkan sebelumnya tetap ada.
Mesin
Ucapkan selamat tinggal pada mesin 1.300 cc milik Brio lawas, karena sekarang mesin Brio Satya dan RS hanya ada yang 1.200 cc saja. Tapi Honda cukup jeli, mereka tahu kalau Brio itu bisa menjual performanya, jadi mereka naikkan tenaga Brio dari 88 PS menjadi 90 PS, sementara torsinya adalah 110 Nm. Sekarang, semua transmisi otomatis Brio bertipe CVT, bukan torque converter seperti Brio yang sebelumnya.
Sayang sekali, masih kelihatan ketidakrapian Honda dalam menggarap Brio secara detail sampai ke dalam-dalamnya. Contoh simpel, saat kita buka kap mesinnya, kelihatan Honda tidak mengecat hingga ke balik kap mesin. Baca juga: toyota fortuner dan toyota fortuner bekas juga toyota fortuner terbaru beserta toyota fortuner 2016 dan info all new toyota fortuner
Kesimpulan
Honda Brio, khususnya yang non LCGC, dikenal sebagai city car dengan penampilan yang bagus, dan di versi RS ini penampilannya kian membaik. Formula ubahannya gado-gado dengan lampu Mobilio RS, Spion Jazz, dashboard dan spidometer BR-V, head unit eks Jazz dan masih banyak hal lain yang bisa kita sebutkan dan memang menunjang perawakannya. Lumayan, jadi meski beli mobil murah, ada rasa mobil 200 juta ke atas dengan ubahan ini, meski kami tak tahu apa pemilik mobil 200 juta ke atas mau disamakan dengan mobil ini.
Selain penampilan, Brio punya kelebihan lagi di mesinnya. Dengan tenaga 90 PS dan torsi 110 Nm dari mesin 1.200 cc-nya, dia jadi city car dengan mesin yang kompetitif. Bandingkan dengan Grand i10 yang hanya 87 PS dengan mesin 1.250 cc atau Sirion yang butuh mesin 1.300 cc untuk mencapai 90 PS, jelas tenaga Brio lebih bagus, tapi torsi Brio masih kalah dengan beberapa rivalnya. Hadirnya transmisi CVT baru mungkin bisa memperbaiki kehalusan dan efisiensi, tapi entah dengan performanya.
Tapi dengan kelebihannya tadi, ada banyak hal yang menjadi unek-unek. Kualitas pembuatannya masih belum bagus, terutama di dashboard yang masih goyang dan kap mesin yang tidak dicat seluruhnya, kabin juga tergolong agak sempit, jok tipis, bagasi kecil, dan satu-dua hal lainnya. Dengan harga tertinggi nyaris 150 jutaan untuk Brio Satya dan 174 juta lebih sedikit untuk Brio RS CVT, kami merasa mobil ini agak kemahalan. Masalahnya, di luar sana masih ada city car yang value for money-nya lebih bagus dan lebih niat dibuatnya.

Kamis, 14 April 2016

Dunia Otomotif MINI Cooper JCW Go-Kart Versi Jalan Raya

Semua MINI, dari yang termurah sampai yang termahal berpegang kuat pada paham “Mobil kami harus stylish dan fun,” dengan perhatian khusus kepada go-kart handling yang menjadi trademark-nya. Tentu saja pada awalnya kami amat sangat penasaran, memangnya rasa handling go-kart yang ingin ditonjolkan MINI itu seperti apa sih?
Di acara MINI HOPPING 2015 yang diadakan di Lombok minggu lalu selama 3 hari, AutonetMagz diizinkan untuk merasakan sepenuhnya definisi handling go-kart yang sudah diberi doping dalam suguhan spesial dari MINI Cooper John Cooper Works (JCW). Bagaimana rasanya mengendarai go-kart 200++ hp ini? Ini dia pembahasannya! (Artikel sebelumnya : First Impresssion Review MINI Cooper JCW: Exciting British Pocket Rocket)
Suspensi
Kami pernah mereview MINI Cooper standar, versi 3 pintu ataupun 5 pintu, dan memang setelan suspensinya agak sedikit stiff atau kaku untuk mobil sekelas MINI. Khusus untuk versi JCW, ia punya adaptive suspension yang karakternya lebih baik, karena tingkat kenyamanannya lebih pas jika anda berkeinginan untuk jalan-jalan santai dengan MINI ini.
Tapi jika memang anda butuh karakter suspensi yang mendukung kedinamisan berkendara, MINI ini siap memenuhi hasrat anda. Tinggal ubah driving mode MINI JCW ke mode sport, seketika suspensinya akan menjadi lebih keras dan sangat supportif dalam menyokong pengendalian mobil kencang mungil ini dengan body roll super minim. Padahal MINI Cooper standar saja handling-nya sudah superior, apalagi ini. Artikel terkait: harga mobil daihatsu sirion juga harga mobil daihatsu sirion 2016 dan juga harga mobil daihatsu sirion bekas dan harga mobil daihatsu sirion terbaru juga spesifikasi mobil daihatsu sirion
Setir
Karena ada banyak sekali pengaturan jok yang sudah kami bahas di artikel sebelumnya, pengaturan tilt-telescopic pastinya sudah wajib untuk MINI Cooper JCW. Karena pengaturan jok dan setirnya sangat lengkap, mudah sekali mencari posisi mengemudi terbaik dalam kokpit MINI Cooper JCW. Setirnya sendiri memang punya bobot yang agak berat, tapi tidak sampai merepotkan untuk penggunaan harian.
Sekali lagi, mode sport akan mengeluarkan potensi terbaik dari setir MINI JCW. Saat berada di mode sport, setirnya menjadi sangat sensitif. Segala jenis kontur jalanan, baik itu yang rata, bumpy atau berkerikil akan langsung bisa anda kenali rasakan genggaman tangan anda di setirnya. Responnya pun sangat cepat dalam mengubah arah mobil sesuai input dari pengendara. Saat kami gunakan di jalanan sekitar pesisir pantai Lombok, kami dapat menikmati mobil ini semaksimal mungkin untuk melintasi jalanan yang berkelok sembari menikmati pemandangan yang amat sangat indah.
Untuk kasus ini, tidak banyak yang bisa kami ungkapkan kepada anda, mengingat standar NVH MINI sangat bagus, karena mengacu pada standar pasar Eropa. Suara lingkungan di sekitar anda tidak terdengar di dalam kabin, meski suara mesin 2.000 cc TwinPower Turbonya masih kedengaran di telinga anda. Tapi ini poin bagus, karena mobil seperti ini memang harus bisa dinikmati suara mesinnya, terutama saat dipacu kencang di kecepatan tinggi.
Sementara di bagian Vibration dan Harshness, saat kita menyalakan mesin dan membiarkannya dalam kondisi idle, mobil ini rasanya tenang seperti sedang tidur pulas, padahal ia siap merespons injakan pada pedal gas secepat kilat. Ini karena tingkat Vibration dan Harshness-nya sangat minim ketika kami menguji kemampuan mobil ini di pulau Lombok. Artikel terkait: harga daihatsu sirion juga harga daihatsu sirion 2016 dan juga harga daihatsu sirion terbaru beserta harga daihatsu sirion bekas ataupun review daihatsu sirion
Di bagian ini kami mencoba mencari arti dari apa itu handling go-kart. Dengan suspensi adaptif, setir responsif dan sasis yang rigiditasnya mumpuni , MINI Cooper JCW benar-benar memiliki karakter bak sebuah go-kart. Artinya, setiap kali kita ingin berbelok ke arah tertentu, mobil menjawab perintah sang pengendara dengan sangat instan dan akurat, seolah tanpa jeda sama sekali. Rasanya seperti badan kita dan sasis mobil ini adalah satu kesatuan, dan mobil ini adalah bagian dari anggota tubuh kita. Sungguh sebuah rasa berkendara yang amat mendebarkan saat menguji mobil ini.
Hal lain yang ingin kami bahas adalah torsinya yang mencapai 320 Nm yang tersedia sejak 1.250 rpm. Momen puntir sebesar itu membuat MINI JCW sangat agresif sejak awal digas, layaknya sebuah go-kart yang diberi doping. Aktifkan mode sport, sangat terasa kalau torsi badak tadi mampu melecutkan MINI JCW dengan gampang, dibarengi dengan minimnya turbo lag.
Sedikit catatan, MINI Cooper JCW untuk pasar Indonesia hanya tersedia dalam versi penggerak roda depan alias FWD, yang membuat mobil ini menimbulkan sedikit gejala understeer saat melewati tikungan chicane (belokan berbentuk huruf S) saat melaju di atas 120 km/jam. Tidak masalah, toh nyaris tidak pernah kita melibas chicane dengan kecepatan sekencang itu di kota-kota besar di Indonesia. Artikel terkait: daihatsu sirion juga daihatsu sirion bekas atau juga daihatsu sirion terbaru beserta daihatsu sirion 2016 atau all new daihatsu sirion
Pada akhirnya, kombinasi mantap dari performa mesin yang superior, setir yang responsif dan akurat, suspensi kaku, sasis yang rigid serta rem yang pakem membuat MINI JCW seperti sebuah mobil yang diracik untuk keperluan balap sirkuit. Terbukti setelah kami menjajalnya di sebuah sirkuit road race lokal di Lombok. Meski mobil ini pas jika anda ingin ikutan track day, Sunday Fun Race atau event balap sejenis, ia juga bersahabat untuk dipakai jalan-jalan keliling kota atau pergi ke mall.
Kesimpulan
Seperti yang sudah kami jelaskan pada artikel First Impression Review sebelumnya, MINI JCW ini benar-benar mobil yang UNIQUE dan F.U.N. Penampilan luar-dalam MINI JCW sangat khas dan membuatnya tampil beda dibanding mobil lain di jalanan, pastinya mampu membuat siapa pun menoleh. Kedinamisan berkendaranya pun tersaji dengan baik melalui sasis yang rigid, handling ala go-kart dan mesin yang performanya responsif memberikan arti sesungguhnya dari kesenangan dalam mengendarai mobil.

Senin, 11 April 2016

Dunia Otomotif Modifikasi Daihatsu Sirion M/T 2012

Ingin menggambarkan diri sendiri. Itu yang jadi tujuan Jakup Prasetyo, saat ditanya soal ubahan yang dilakukan pada Daihatsu Sirion bertransmisi manual keluaran 2012 ini. Pegawai swasta itu enggak sendiri saat melakukan proses ubahan pada kendaraannya. “Istri saya sumbang saran dalam proses pengerjaan dan itu jadi momen yang sangat membahagiakan,” jelasnya.
Proses pengerjaanya sendiri dimulai dari bagian eksterior. Dimana Jakup memilih untuk hanya memasangkan body kit custom dan beberapa bagain lainnya dipermanis dengan sentuhan decal. Enggak usah diragukan lagi, bahwa bagian kaki-kaki Sirion nampak kecil dan kurang gagah. Oleh karena itu, dipilih pelek ukuran 17 inci dari Advance Racing untuk menggantikan barang bawaan pabrik. Baca kabar mobil lainnya : harga mobil atau harga mobil terbaru juga mobil bekas dan beserta mobil baru
Sistem suspensi diracik ulang, hal ini sudah pasti bertujuan agar tetap bisa nyaman setelah melakukan penggantian pelek besar. Racikan yang sekarang meliputi sokbreker menggunakan Kayaba SA dan coil spring dari Hotbits. Pada bagian interior, Jakub enggak mau sembarangan. “Sebelum eksekusi penutupan beberapa bagian dengan bahan MBtech, saya menentukan tema terlebih dahulu.
Kali ini, tema yang saya usung untuk interior adalah etnik Jawa Timur,” kata pria ramah ini. Kelar melakukan ubahan pada bagian ekterior, kaki kaki dan interior, maka selanjutnya berurusan dengan audio sistem. Kini, setingan SQL yang diinginkan Jakup. Dengan audio sistem yang sudah dipasang, Jakup tidak lupa untuk memasang peredam. Dan untuk yang satu ini, keseluruhan interior ditempel peredam. “To be my own,” tegasnya.
Data Modifikasi
Pelek: Advance Racing 17 inci
Ban: Accelera 205/45R17
Sokbreker: Kayaba SA
Coil Spring: Hotbits
Body kit: Custom
Jok: MBtech
Head Unit: Pineer X5550BT
Speaker: DLS 3-way
Subwoofer: Poweramper 12 inci
Power: Soundstream
Plus:
- Body kit custom bikin tampilan Sirion gagah
Minus:
- Tema interior kurang sesuai dengan